kalbar-borneo

Isi Permohonan Maaf Sopir Ambulance Turunkan Jenazah Bayi di Sintang yang Lagi Viral. Direktur RSUD Tony Hasiholan Pane Juga Minta Maaf ke Masyarakat

Rabu, 17 Juli 2024 | 10:26 WIB
Oknum Sopir ambulance RSUD Ade M Djoen Sintang, Suwardi menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada publik dan pihak keluarga jenazah. (Kalimantansatu.com/IG @rsud_ade_m_djoen)

Sanksi Sesuai Aturan PNS

Sementara itu, pihak RSUD Ade M Djoen Sintang meminta maaf atas kejadian tidak mengenakkan tersebut.

"Mohon maaf atas kejadian ini. Itu oknum. Akan ada sanksi sesuai aturan dan mekanisme PNS. Tidak boleh dibebankan (BBM) ke pasien. Sudah ada Peraturan Bupati (mengatur penggunaan ambulans)," kata Direktur RSUD Ade M Djoen Sintang, Ridwan Tony Hasiholan Pane, Selasa 16 Juli 2024.

Minta Selisih Biaya BBM Dexlite

Sementara itu, Sopir ambulans berinisial S mengatakan dirinya hanya meminta selisih BBM Dexlite ke pihak keluarga jenazah bayi tersebut.

Jika melihat Perbup, biaya BBM ambulans hanya dipatok Rp9.500 per liter. 

Namun, BBM Dexlite yang hendak diisi harganya Rp14.900 per liter.

"Selisih BBM itu yang saya minta ke keluarga pasien hingga terjadi perselisihan. Awalnya, saya ingin menurunkan keluarga pasien dan menggantinya dengan ambulans yang standar Perbup," ungkapnya.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini