Isi Permohonan Maaf Sopir Ambulance Turunkan Jenazah Bayi di Sintang yang Lagi Viral. Direktur RSUD Tony Hasiholan Pane Juga Minta Maaf ke Masyarakat

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 17 Juli 2024 | 10:26 WIB
Oknum Sopir ambulance RSUD Ade M Djoen Sintang, Suwardi menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada publik dan pihak keluarga jenazah. (Kalimantansatu.com/IG @rsud_ade_m_djoen)
Oknum Sopir ambulance RSUD Ade M Djoen Sintang, Suwardi menyampaikan permohonan maaf secara resmi kepada publik dan pihak keluarga jenazah. (Kalimantansatu.com/IG @rsud_ade_m_djoen)

Bayi itu disebut telah meninggal dalam kandungan sebelum dilahirkan secara normal.

Sebelumnya, beredar narasi terkait informasi dan viral di media sosial bahwa yang meninggal adalah wanita melahirkan.

Adapun kejadian viral ini bertempat di jalan sekitar SPBU Tugu Bujang Beji Sintang pada 15 Juli 2024.

Kakek sang bayi yakni warga Nanga Mau bernama Ojong mengaku sudah bayar ongkos ambulans kepada kasir RSUD Ade M Djoen Sintang.

Ongkos ambulans itu sebesar Rp690 ribu.

Baca Juga: Viral Jenazah Diturunkan Sopir Ambulance RSUD Ade M Djoen Sintang di Jalan SPBU Tugu Bujang Beji. Disebut Minta Uang BBM, Keluarga Tak Punya Uang

Karena tidak ada uang, ongkos ambulans itu dibantu pembayarannya oleh anggota DPRD Kabupaten Sintang bernama Santosa.

Kebetulan, Santosa adalah perwakilan dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kayan Hilir.

Saat perjalanan menuju Nanga Mau Kecamatan Kayan Hilir, sopir ambulans tersebut berhenti di SPBU Tugu Bujang Beji Sintang.

Sopir itu hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) senilai Rp600 ribu.

"Dia minta uang Rp600 ribu untuk isi minyak (Dexlite). Aku bilang tak ada duit dah bayar kasir. Itupun dibantu pak dewan," kata Ojong.

Kemudian, jumlah itu diturunkan menjadi Rp500 ribu oleh sang sopir. Namun, tentu saja Ojong tidak bisa membayar karena tidak ada uang.

Selanjutnya, ada pernyataan dari sopir ambulans tersebut yang menyinggung perasaan Ojong dan terjadi perdebatan cukup lama.

Jenazah bayi itupun dibawa keluar mobil. Perjalanan dilanjutkan dengan menumpang mobil warga lain ke arah Nanga Mau, Kecamatan Kayan Hilir.

Salah satu pihak keluarga kecewa dan sedih atas kejadian jenazah diturunkan oleh sopir ambulance RSUD Ade M Djoen Sintang di jalan sekitar SPBU Tugu Bujang Beji Sintang.
Salah satu pihak keluarga kecewa dan sedih atas kejadian jenazah diturunkan oleh sopir ambulance RSUD Ade M Djoen Sintang di jalan sekitar SPBU Tugu Bujang Beji Sintang. (Kalimantansatu.com/IG@kalbar_info)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X