Dia meninggalkan ladangnya begitu mendengar teriakan minta tolong tadi.
“Jangan lakukan itu lagi,” pesan seorang ibu pembuat roti.
“Atau kami tidak akan memercayaimu lagi,” ancam warga lainnya.
Orang-orang pun bubar sambil bergumam kesal. Anak gembala hanya tertawa puas melihat kemarahan mereka.
Tapi dia tidak juga kapok.
Besoknya, ia mengulang berteriak “Serigala! Serigala!” saat tidak ada satu pun serigala yang mendekat.
Meski awalnya mereka ragu apakah ini benar atau hanya permainan, warga kembali datang untuk membantunya.
Lalu mereka bergegas pulang dengan marah karena bosan dipermainkan si penggembala cilik.
Suatu sore, saat matahari mulai tenggelam, tak disangka seekor serigala benar-benar muncul di pinggiran hutan.
Serigala buas itu tampak lapar dan mulai menyambar domba-domba. Anak penggembala sangat panik dan ketakutan.
Ia berlari terbirit-birit mencari bantuan.
“Serigala! Serigala!” teriaknya, berharap ada yang segera datang untuk menolong.
Tapi meski orang-orang kampung mendengar suara teriakan itu, tak ada satu pun yang mau datang menghampiri.
“Dia tidak akan bisa menipu kita lagi,” kata mereka, yakin teriakan itu hanya omong kosong si penggembala, seperti sebelum-sebelumnya.
Serigala itu pun berhasil menerkam banyak domba sampai kenyang.
Artikel Terkait
Dongeng Pengantar Tidur Anak : Legenda Situ Bagendit Cerita Rakyat Jawa Barat
Dongeng Pengantar Tidur Anak : Dongeng Sang Kancil dan Harimau
Dongeng Pengantar Tidur Anak : Dongeng Sang Kancil dan Buaya Bisa Menjadi Pilihan Cerita, Sahabat
Dongeng Pengantar Tidur Anak : Dongeng Si Kelinci dan Kura kura Bisa Dibacakan Sebelum Tidur
Dongeng Pengantar Tidur Anak : Dongeng Putri Malu dan Cermin Ajaib Bisa Dibacakan Sebelum Tidur Nih