KALIMANTANSATU.COM - Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa budaya kerja yang positif lebih produktif daripada yang tidak.
Meskipun ada banyak manfaat dari bekerja jarak jauh, beberapa pekerja jarak jauh melaporkan merasa kurang puas dengan rasa memiliki mereka .
Bagaimanapun, hubungan sosial dan ikatan antar kolega merupakan dasar keberhasilan semua organisasi.
Orang yang merasa terhubung dengan pekerjaan, rekan satu tim, mitra, dan organisasinya tidak hanya bekerja dari jam 9 pagi sampai 5 sore.
Mereka menantikan kesempatan, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan melampaui target lebih cepat.
Saat ini, lebih mudah dari sebelumnya untuk mengukur budaya di tempat kerja potensial, seperti situs seperti Glassdoor yang memungkinkan karyawan dari semua tingkatan dan departemen untuk menilai budaya tempat kerja.
Penting memprioritaskan kepuasan karyawan, terutama dalam tim yang terdistribusi.
Semangat kerja karyawan merupakan ukuran penting kesehatan organisasi, dan perlu terus diukur dan diperhatikan.
Untuk terus mendapatkan wawasan tentang perasaan karyawan, para pemimpin dapat secara teratur menggunakan survei kepuasan untuk mengukur suasana hati.
Menciptakan budaya yang sehat dan positif bukan hanya tentang barang gratis atau kalender sosial yang ramai. Pada akhirnya, moral dipupuk oleh hal-hal besar (seperti kebijakan, pertumbuhan karier, pembelajaran, dan pengembangan) serta hal-hal kecil (seperti acara sosial, pengakuan rutin, dan hadiah).
Berikut ini lima strategi yang digunakan perusahaan dengan moral karyawan yang tinggi untuk membuat karyawannya senang bekerja dilansir Slack.com :
1. Meningkatkan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan di antara karyawan
Temuan dari Indeks Pengalaman Karyawan Jarak Jauh menemukan bahwa pekerja yang memiliki pengetahuan di seluruh dunia merasa bahwa bekerja jarak jauh lebih baik daripada bekerja di kantor.
Meski begitu, 39% pekerja jarak jauh juga melaporkan bekerja lebih lama setiap hari dibandingkan dengan 31% pekerja kantoran .