Matthew Ross, Co-Founder dan COO situs ulasan The Slumber Yard, mengatakan bahwa ia dan Co-Founder-nya sama-sama berasal dari dunia perbankan investasi, di mana begadang adalah hal yang biasa.
“Namun, bagi perusahaan kami, kami khawatir begadang akan membuat karyawan kami kelelahan dan akhirnya membuat mereka membenci kami.”
Ketika seorang karyawan mengundurkan diri karena apa yang diduga Ross sebagai kelelahan, ia berkata, “Kami tahu kami harus membuat perubahan atau orang lain kemungkinan akan mulai pergi juga.”
Setelah melakukan audit TI, ia dan rekannya menemukan bahwa karyawan mereka bekerja hingga larut malam.
Sebagai tanggapan, mereka membuat aturan baru: Tidak boleh mengirim email kantor antara pukul 7 malam dan 5 pagi.
“Jika kami melihat lalu lintas email di luar jam kerja, mitra bisnis saya dan saya akan berbicara dengan orang tersebut keesokan harinya dan mengingatkan mereka tentang aturan tersebut,” kata Ross, yang menambahkan bahwa meskipun jarang terjadi, biasanya percakapan tersebut bersifat positif.
“Kami mengatakan sesuatu seperti menghargai komitmen dan etos kerja mereka, tetapi kami ingin mereka menikmati malam mereka.”
Ia menunjukkan bahwa meskipun mereka menghargai kerja keras, pergantian karyawan yang tinggi merugikan bisnis.
"Dibutuhkan waktu, uang, dan sumber daya untuk melatih karyawan baru," kata Ross.
"Ketika karyawan kami pulang pada malam hari, kami ingin mereka menghabiskan waktu bersama keluarga, mengikuti kegiatan di luar ruangan, dan sekadar mengisi ulang tenaga mereka."
Sejak itu dia menyadari bahwa karyawannya tampak lebih bersemangat dan optimis di pagi hari, yang membuatnya percaya bahwa meningkatkan moral karyawan akan meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang.
2. Berinvestasilah dalam membangun kepercayaan
Menurut studi Slack tentang masa depan pekerjaan, 80% pekerja ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana keputusan dibuat di organisasi mereka, dan 87% ingin perusahaan masa depan mereka transparan.
Semangat kerja karyawan yang baik hanya dapat tercapai jika tidak ada rasa percaya pada pimpinan
Lagi pula, tim Anda cenderung tidak akan berkomunikasi atau berkontribusi jika mereka tidak merasa aman mengekspresikan diri mereka dengan jujur di tempat kerja.
Artikel Terkait
Dikabarkan Tinggalkan Warisan Rp1,3 T, Suami Mendiang Barbie Hsu Berikan Bagian Warisannya untuk Ibu Mertua dan Berjanji Lindungi Harta Kedua Anak
Jembatan Ambruk di Jalan Raya Tayan Hilir-Meliau Kilometer 14 Desa Beginjan Kabupaten Sanggau, Ini Imbauan Kapolsek Tayan Hilir
Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional Tahun 2025, Presiden Prabowo Subianto : Pers yang Profesional dan Berintegritas adalah Aset Bangsa
Apakah Pangeran Harry Dideportasi Donald Trump dari Amerika Serikat ? Begini Penilaian Trump Terhadap Sosok Meghan Markle
Kang Gobang Meninggal Karena Angin Duduk. Kerap Diabaikan ! Kenali Gejala, Cara Mengatasi, Penyebab dan Apa itu Angin Duduk
Megawati Soekarnoputri Beri Lukisan Bunda Maria Berkebaya ke Paus Fransiskus. Apa Makna Lukisan Bunda Maria Berkebaya ?
Harga Asli Gas Elpiji 3 Kg Diungkap Menkeu Sri Mulyani ! Tembus Rp42.750 per tabung, Siapa yang Menanggung Kelebihannya ya ? Bagaimana dengan BBM ?
Terbaru, Kalender Akademik UT 2025 S1 atau Kaldik UT 2025. Kapan Penutupan Pendaftaran Mahasiswa Baru UT Non RPL ?
Cara Masuk Asik Dashboard atau Website di Link dashboard sehat indonesiaku kemkes go id login
Sering Terjadi di Kantor ! Ini 4 Cara Mengatasi Penjilat di Tempat Kerja, Fren. Para Penjilat Cenderung Menindas Rekan Sejawat dan Bawahan