KALIMANTANSATU.COM - Meskipun banyak orang mungkin mengabaikan perilaku tidak sopan di tempat kerja sebagai anomali situasional.
Namun, hal itu terjadi lebih sering dari yang seharusnya.
Menurut Survei APA tentang Pekerjaan di Amerika mengungkapkan, 95 persen pekerja mengatakan bahwa dihormati di tempat kerja sangat atau agak penting bagi mereka.
Di sisi lain, pengalaman tidak hormat bukanlah hal yang jarang terjadi.
Masih merujuk survei tersebut, sekitar 24 persen melaporkan bahwa seseorang di dalam atau di luar organisasi mereka telah membentak atau melecehkan mereka secara verbal.
Lalu, 19 persen mengatakan bahwa mereka telah mengalami perundungan di tempat kerja.
Kekerasan fisik adalah jenis ketidakhormatan di tempat kerja yang paling mengkhawatirkan.
Sekitar 12 persen karena pekerja kasar, dan satu dari 20 pekerja kantor telah menjadi korban kekerasan fisik.
Tidak mengherankan, karyawan yang tidak sopan menciptakan budaya perusahaan yang tidak dapat dipertahankan dan beracun alias toxic.
Analisis MIT Sloan Management terhadap ulasan Glassdoor mengungkapkan, perasaan tidak dihormati di tempat kerja berdampak signifikan pada peringkat budaya tempat kerja karyawan secara keseluruhan.
Rasa hormat terhadap karyawan berada di urutan teratas daftar elemen budaya yang penting, dan rasa tidak hormat adalah salah satu faktor utama yang meracuni budaya perusahaan.
7 Cara Mengatasi Teman Kerja Toxic dan Tidak Sopan
Jika Anda mengidentifikasi karyawan toxic dan tidak sopan di tempat kerja Anda, pertimbangkan praktik terbaik berikut untuk menangani situasi tersebut secara efektif, berikut ini caranya dikutip Kalimantansatu.com dari Businessnewsdaily.com: