pontianak-kite

Pj Gubernur Kalbar dan Ketua DPRD Kalbar Tandatangani Kesepakatan Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalbar Tahun 2024-2044

Kamis, 28 Maret 2024 | 22:50 WIB
Penjabat Gubernur (PJ) Kalbar Harisson menandatangani Kesepakatan Gubernur Kalimantan Barat dengan DPRD Provinsi Kalimantan Barat tentang Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024-2044 di Gedung DPR Provinsi Kalbar, Kamis 28 Maret 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Pemprov Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Penjabat Gubernur (PJ) Kalimantan Barat, Harisson menghadiri Rapat Paripurna dan Penandatanganan Kesepakatan Gubernur Kalimantan Barat dengan DPRD Provinsi Kalimantan Barat tentang Substansi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024-2044 di Gedung Balairung Sari DPRD Provinsi Kalbar pada Kamis 28 Maret 2024.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Kalbar M Kebing L dan dihadiri oleh anggota DPRD sebanyak 41 orang.

Tak hanya itu, rapat paripurna juga dihadiri oleh Pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Provinsi Kalimantan Barat, Asisten dan Staf Ahli serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. 

Baca Juga: Wisuda 42 Hafiz dan Hafizah, Pj Gubernur Kalbar Harisson : Jadilah Generasi Unggul Beriman dan Bertaqwa yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara

Seusai rapat paripurna, PJ Gubernur Kalbar menerangkan progres pencapaian Jalan Mantap Provinsi Kalbar.

“Saat ini sudah 79,9 %, dan sisa 20,1 persen," kata Harisson saat diwawancarai awak media.

Pemprov Kalbar akan menganggarkan dana untuk melanjutkan pembangunan Jalan Mantap Provinsi Kalbar pada tahun 2024.

Kendati demikian, Harisson meminta Pemerintah Pusat terus memberikan bantuan dalam bentuk Perbaikan Jalan Daerah.

"Tahun 2024 ini, kita memiliki keterbatasan dalam pembangunan. Karena penganggaran infrastruktur jalan banyak tersedot untuk penyelenggaraan Pemilu 2024 ini," terang Harisson.

Baca Juga: Pj Gubernur Kalbar Harisson dan Pj Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari Beri Kado Ceria untuk Anak Penderita Kanker di RSUD dr Soedarso Pontianak

Sementara itu, terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Kalimantan Barat, timpal Harisson, masuk dalam kategori tinggi.

Pada tahun 2022, IPM berada di angka 69,71. Sedangkan untuk tahun 2023, IPM naik sebesar 0,76 menjadi 70,47.

"Pembentuk IPM itu adalah umur harapan hidup sebesar 73,71%. Rata-rata lama sekolah 7,71 tahun, harapan lama sekolah ada 12,67 tahun, dan pengeluaran perkapita kita meningkat sebesar 4,86 %. Jadi sekarang Pengeluaran Perkapita kita rata-rata sebesar Rp.9.350.000," tandas Harisson.

(*)

Tags

Terkini