pontianak-kite

Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Polri 2024 ! Ini Pesan Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol R Petit Wijaya kepada Para Casis dan Orang Tua

Sabtu, 25 Mei 2024 | 10:23 WIB
Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol R Petit Wijaya (Kalimantansatu.com/Dok. Polda Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Proses Rekrutmen Terpadu Polri 2024 masih berlangsung.

Seleksi digelar untuk calon perwira Akpol, Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2024.

Pada Jumat 24 Mei 2024, seleksi tes akademik Computer Assisted Test (CAT) berlangsung di Laboratorium Komputer Universitas Tanjungpura (Untan), Laboratorium Komputer SMAN 7 Pontianak dan SMPN 3 Pontianak.

Saat ini, jumlah rekrutmen Akpol pada tahap tes jasmani sebanyak 88 orang peserta.

Sedangkan, casis Bintara Polri berjumlah 1909 orang terdiri dari Bintara Kepolisian Tugas Umum (PTU) sebanyak 1786 orang, Bintara kompetensi Kusus (Komsus) 27 orang dan Bintara Rekrutmen Proaktif (rekpro) 96 orang.

Baca Juga: Dit Reserse Narkoba Polda Kalbar Musnahkan 16,476 Kilogram Sabu dan 925 Butir Pil Ekstasi. 6 Orang Tersangka Ditangkap di 3 TKP Berbeda

Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto melalui Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol R Petit Wijaya mengimbau seluruh casis dan para orangtua casis agar berhati-hati dengan adanya praktek-praktek percaloan.

Sebenarnya hal tersebut, terang R Petit Wijaya, murni aksi penipuan yang berkedok sebagai orang yang memiliki jalur khusus yang bisa meluluskan para peserta dengan permintaan sejumlah uang.

"Para orang tua casis agar tidak tergiur bujuk rayu dari seseorang atau pihak-pihak yang mengaku-ngaku bisa meluluskan putra putrinya, karena itu seratus persen penipuan," ungkapnya kepada wartawan pada Jumat 24 Mei 2024.

Ia mencontohkan sejumlah ragam modus. Ada yang mengatakan posisi anaknya rawan kalau tidak ada yang ngurus.

Baca Juga: Personel Satbrimob Polda Kalbar Latihan Peningkatan Kemampuan Wanterror, Jibom dan KBR (Kimia Biologi Radioaktif) Jelang Pilkada Kalbar 2024

Lalu, ada juga yang mengatakan bahwa anaknya akan digeser oleh peserta lain apabila tidak diurus.

Selain itu, ada juga yang mengaku-ngaku kenal petinggi tertentu dengan menunjukkan foto dan mengaku sanggup untuk mengurus kelulusan.

"Model-model yang seperti ini jangan dipercaya. Saat ini proses rekrutmen sudah jelas dan transparan,” timpalnya.

R Petit Wijaya menegaskan, tidak ada istilah masuk polisi harus membayar sampai ratusan juta.

Halaman:

Tags

Terkini