Informasi liar itu, lanjut dia, sudah pasti tidak benar.
Kalaupun ada Bintara yang tahun-tahun sebelumnya lulus, lantas ada cerita bahwa lulus karena memberikan sejumlah uang, maka yang bersangkutan kena tipu.
"Itu karena rasa tidak percaya diri, sehingga mudah terperdaya pelaku penipuan. Padahal, anaknya mengikuti tes dengan baik dengan perolehan nilai yang baik juga," ujar R Petit Wijaya.
"Sebenarnya anaknya lulus sendiri atas upayanya sendiri, namun karena orang tuanya terperdaya dengan bujuk rayu maupun ditakut-takuti pelaku penipuan, maka ia mempercayai bahwa kelulusan anaknya berkat diurus oleh penipu," imbuhnya.
"Padahal, anaknya benar-benar lulus atas usahanya sendiri, bukan dari bantuan siapapun, waspadalah-waspadalah,” pungkasnya.
(*)