Tak lupa, Pj Gubernur Harisson juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia dan pihak-pihak yang telah mendukung kemajuan wastra Kalbar.
Gelar Karya Kreatif DIALOK menjadi momentum penting dalam mengangkat potensi wastra Kalbar, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan perajin lokal.
Ukir Prestasi
Di tempat yang sama, Pj Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar tampak berbangga dengan gelaran yang ditampilkan.
Hal ini dilihat dari atensi pengunjung yang memadati gedung Dekranasda Provinsi Kalbar pada acara tersebut.
“Saya berterima kasih atas atensi semua pihak sehingga kegiatan ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Saat ini yang populer dari kita (kalbar) ada 4 wastra yang terkenal, yakni dari Kabupaten Kapuas Hulu ada beberapa wastra. Dari Sintang juga yang populer dipakai Presiden, Bengkayang dengan anyamannya, dan Kota Pontianak. Tujuannya tak lain, agar karya tenunan tersebut memiliki nilai lebih. Contohnya kain tenun Ikat sintang yang dipakai oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Kita sangat berbangga sekali, wastra kita dipakai dikancah internasional," papar Windy Prihastari.
Dirinya juga melihat peluang yang baik bagi perkembangan wastra dan kerajinan dari Kalimantan Barat.
Beberapa waktu lalu juga berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional pada gelaran puncak peringatan Hari Dekranas ke-44 di Solo beberapa waktu lalu.
“Kemudian untuk potensi wastra, ketika kami melakukan pameran terakhir di Solo, kita dapat juara 2 nasional, selain stand juga barang yang dipamerkan dan produk yang berhasil terjual, banyaknya jumlah kunjungan, sangat diapresiasi positif.
"Bahkan mereka sampai penasaran memegang misalnya warnanya, ada produk kerajinan kita yang menggunakan pewarna alam, yang memang harus dilestarikan. Kemudian mereka melihat kok desainnya bagus dan menarik (modis).
"Jadi, memang harus disesuaikan dengan pangsa pasarnya. Kemudian kalau kita hanya promosikan fashion - fashion bisa saja pasti hanya terbatas, tetapi kalau kita pakai sendiri, sambil kita sosialisasikan di berbagai acara, Itu bisa lebih luas manfaatnya,"timpal Windy.
Ia juga berharap, dengan inovasi - inovasi yang terus dilakukan ini, dapat berdampak positif kepada para perajin dan pegiat wastra di Kalbar.
“Saya selaku Ketua Dekranasda mendorong masyarakat Kalbar untuk selalu melestarikan budaya dan kerajinan lokal, termasuk diantaranya wastra ini agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat kalbar melalui desainer lokal dan perajin lokal ditunjang dengan atraksi dan pertunjukan budaya lokal. Hari ini juga kita bersama ada pemuda pelopor akan membawa dan memperkenalkan wastra kalbar di tingkat nasional. Semoga semua berjalan dengan yang kita harapkan," pungkasnya.
(*)