pontianak-kite

Main Petak Umpet Berujung Maut di Pontianak ! Kronologis Anak Meninggal Dunia Setelah Tergantung di Tali Ayunan Diungkap Kapolsek Pontianak Selatan

Jumat, 28 Juni 2024 | 15:49 WIB
Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun inisial KN meninggal dunia setelah mengalami insiden tergantung di tali ayunan saat bermain petak umpet pada Kamis 27 Juni 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Polsek Pontianak Selatan)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun inisial KN meninggal dunia setelah mengalami insiden tergantung di tali ayunan saat bermain petak umpet pada Kamis 27 Juni 2024.

Sempat ditolong dan menjalani perawatan intensif di RS Untan, namun nyawanya tak tertolong.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) insiden ini terjadi di Jalan Sepakat 1, Gang Tunas Bhakti, Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat sekitar jam 10:30 WIB.

Kapolsek Pontianak Selatan AKP Dumaria Silalahi mengungkapkan, awalnya KN dan empat kawannya bermain petak umpet.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah sekaligus saksi EL (32 tahun), kata Dumaria, bocah-bocah tersebut main petak umpet di dalam kamar.

Baca Juga: Astaga, Seorang Pengurus Masjid, TPA dan RT di Pontianak Cabuli 6 Anak. Modusnya Dibongkar Kasatreskrim Kompol Antonius Trias Kuncorojati

Beberapa saat kemudian, EL diberitahu oleh teman-teman korban bahwa KN ditemukan dalam posisi tergantung di tali ayunan.

"Saksi EL segera memeriksa dan menemukan KN dalam kondisi leher terlilit tali ayunan. Dengan muka pucat dan mulut berbusa, serta kedua kakinya masih menyentuh lantai," ungkapnya.

Melihat kondisi KN tersebut, saksi langsung meminta abang kandung korban yakni AQ (15 tahun) untuk menginformasikan kejadian itu kepada paman korban, dan menghubungi Polsek Pontianak Selatan.

Selanjutnya, paman korban inisial AR (53 tahun) tiba di lokasi, dan segera membawa korban ke UGD RS Untan untuk penanganan medis.

Baca Juga: Pj Gubernur Kalbar Harisson Beberkan Manfaat Sertipikat Digital Tanah Bangunan bagi Masyarakat dan Pemprov Kalbar

"Korban mulai mendapatkan perawatan medis di RS Untan jam 11.00 WIB. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar jam 17.00 WIB," timpalnya.

Berkaca dari kejadian ini, AKP Dumaria Silalah mengimbau masyarakat selaku orang tua supaya lebih memperhatikan kegiatan anak-anak saat bermain.

"Kami mengimbau para orang tua untuk selalu mengawasi dan memastikan kegiatan anak-anak dilakukan dalam lingkungan yang aman dan terpantau. Kejadian ini sangat tragis dan kita semua harus lebih waspada agar hal serupa tidak terulang," imbaunya.

Halaman:

Tags

Terkini