KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Pj Sekda Kalbar) Mohammad Bari menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor dalam mencapai target nasional untuk penanganan penyakit tuberkulosis dan polio.
"Kami berkomitmen untuk mendukung penuh program-program Kemendagri dalam percepatan imunisasi, penanggulangan polio, dan pengendalian tuberkulosis di Kalimantan Barat," ungkap Pj Sekda Kalbar Mohammad Bari seusai menghadiri Rapat Koordinasi Mingguan perihal Pengendalian Inflasi serta Penanganan TBC dan Polio secara virtual di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Senin 8 Juli 2024.
Berdasarkan data per 30 Juni 2024, tingkat keberhasilan pengobatan TB Sensitif Obat (SO) di Kalimantan Barat mencapai 79%.
Capaian ini, lanjut dia, sejalan dengan rata-rata nasional.
"Namun, tingkat keberhasilan pengobatan TB Resisten Obat (RO) masih menjadi tantangan, dengan angka nasional hanya mencapai 53%," timpalnya.
Mohammad Bari menegaskan, Pemprov Kalbar akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan akses masyarakat terhadap pengobatan TB, terutama untuk TB RO.
Ia mengajak seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah kabupaten/kota, sektor swasta, dan masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan upaya pengendalian inflasi dan penanganan masalah kesehatan di Kalimantan Barat.
"Dengan kerjasama yang baik, kita yakin dapat menciptakan Kalimantan Barat yang sehat, sejahtera, dan bebas dari inflasi," tandasnya.
(*)