pontianak-kite

Apa itu Vertical Crab House ? Teknik Budidaya Kepiting Bakau Ini Diterapkan oleh Borneo Crab Aquatic di Pontianak. Nih Sob, Kami Spill Biar Kamu Paham

Minggu, 21 Juli 2024 | 17:46 WIB
Kepiting bakau vertical crab house Borneo Crab Aquatic di Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Gang Margosari, Kota Pontianak. (Kalimantansatu.com/Prabu Warah)

Total air hujan yang digunakan sebanyak 8 ribu liter. Air hujan itu dicampur garam ikan sesuai ketentuan.

Baca Juga: Kapan Jadwal Kapolda Cup 2024 Kalbar di GOR Terpadu Ayani Pontianak ? Mampukah Tim Putra Polda Kalbar Back to Back Juara Kapolda Kalbar Cup 2024 ?

Selain air, sejumlah media yang digunakan antara lain, paralon, filtrasi mekanis, karang jahe, oister, dan skimmer.

Ada juga alat sinar UV yang selalu stanby untuk mencegah tumbuhnya alga alias lumut.

Borneo Crab Aquatic di Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Gang Margosari, Kota Pontianak. (Kalimantansatu.com/Prabu Warah)

"Ini agar tidak mudah stress. Kalau stress bisa membuat pertumbuhan kepiting kurang bagus. Kami juga berhasil mengembangkan bakteri baik bernama nitrat. Bakteri ini berfungsi agar kepiting semangat nafsu makan. Semua terhubung dalam aliran air sistem instalasi dan filtrasi," paparnya.

Bibit-bibit kepiting yang dikumpulkan dari pengepul, kata Findo, disortir berdasarkan kategori. Yakni BS, STI lunak, dan STI.

Selanjutnya direndam di bak karantina berisi air PK selama satu hari satu malam.

Baca Juga: 7 Tersangka Ditangkap, Polda Kalbar Ungkap Kasus Judi Online Berkedok Warnet di Pontianak. Ini Sejumlah Barang Bukti yang Diamankan

Hal ini bertujuan untuk proses adaptasi, serta membunuh parasit dan bakteri jahat.

Setelah steril, kepiting bakau baru dimasukkan ke dalam boks rumah kepiting masing-masing untuk dibesarkan menjadi ukuran Super hingga Export.

"Untuk makannya, kami berikan ikan lele dan gondang (keong mas). Jadwalnya dua kali sehari. Jam 5 sore dan jam 10 malam. Malam itu harus makan karena kepiting bakau ini makhluk nocturnal yang beraktivitas malam hari. Jadi, satu kepiting hitung rata sekitar 15 gram per ekor untuk satu kali jadwal makan," tuturnya.

"Kalau penyakit kepiting paling sering itu fibrio cangkang. Cangkangnya berjamur, cara penanggulangannya melalui perendaman air PK atau daun ketapang kering. Selain itu stress, ini bisa sampai susut berat badan kepitingnya. Memang perlu penanganan ekstra untuk menghasilkan kepiting bakau kualitas export," pungkasnya.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini