pontianak-kite

Seusai Pendaftaran, Sutarmidji Bocorkan Sejumlah Target Jika Menang Pilgub Kalbar 2024 Bareng Didi Haryono

Rabu, 28 Agustus 2024 | 13:19 WIB
Sutarmidji mendaftarkan diri bareng Didi Haryono ke KPU Kalbar sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di Pilgub Kalbar 2024, Rabu 28 Agustus 2024. (Kalimantansatu.com/Live YouTube KPU Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Bakal Calon Gubernur Kalbar Periode 2024-2029 Sutarmidji mengungkap sejumlah fokus yang hendak dilanjutkan ketika dirinya bersama Didi Haryono terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar lima tahun mendatang.

Hal ini disampaikan Sutarmidji setelah mendaftarkan diri bareng Didi Haryono ke KPU Kalbar sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di Pilgub Kalbar 2024, Rabu 28 Agustus 2024.

"Target pertama, infrastruktur jalan," ungkap Sutarmidji di hadapan awak media.

Pada periode pertama menjadi Gubernur Kalbar 2019-2024, lanjut Sutarmidji, ia berhasil meningkatkan prosentase jalan kondisi mantap dari 49,98 persen menjadi 80 persen. 

"Itupun saat masa covid. Anggaran banyak berkurang karena fokus pada penanganan covid. Kalau saya dan Pak Didi terpilih nanti, sisa 20 persen ini akan tuntas. Infrastruktur jalan ya. Sehingga ke depan, siapapun pemimpin Kalbar nantinya tinggal pemeliharaan," jelasnya.

Baca Juga: Pasangan Pertama ! Sutarmidji-Didi Haryono Daftar Pilgub Kalbar 2024 ke Kantor KPU. Yakin Persyaratan Sudah Lengkap dan Terpenuhi

Sutarmidji juga ingin melanjutkan program-programnya untuk membenahi pendidikan di Kalimantan Barat.

"IPM (Indeks Pembangunan Manusia) kita masih berkutat di urutan 29. Kenapa ? Karena lamanya belajar baru 7,6 tahun. Ini karena tidak tersedianya sarana dan prasarana memadai," terangnya.

Sebagai contoh di Pontianak, terang dia, masih ada sekitar 400-600 anak tidak bisa melanjutkan sekolah karena tidak tersedianya sarana dan prasarana memadai.

"Itu yang harus kita penuhi (sarana prasarana)," katanya.

Selain itu, ia juga hendak meningkatkan skill tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan investasi di Kalimantan Barat.

"Balai latihan kerja harus di-upgrade. Namanya saja SMK tapi tidak memadai. Tidak ada lab-nya. Ini harus diatasi," kata Sutarmidji.

Baca Juga: Sampaikan Pidato di Kongres NasDem, Prabowo Subianto : Saya Sedih Kalau Kita Punya Tradisi Caci Maki

Terkait tata kelola pemerintahan (good governance), menurut dia sudah bagus di Kalbar. Ini terlihat dari tercapainya sejumlah indikator dan variabel-variabel. 

Semisal dari Monitoring Center for Prevention atau MCP Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Halaman:

Tags

Terkini