pontianak-kite

Di Pontianak International Health Conference Ke 4 Tahun 2024, Pj Gubernur Harisson Bicara Tantangan Bidang Kesehatan di Kalimantan Barat

Kamis, 5 September 2024 | 09:48 WIB
Pj Gubernur Kalbar Harisson saat menjadi keynote speaker Pontianak International Health Conference Ke 4 Tahun 2024 di Aula Pendidikan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Pontianak, Rabu 4 September 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Penjabat Gubernur Kalimantan Barat Harisson bicara soal sejumlah tantangan bidang kesehatan yang dihadapi di wilayah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Kata Harisson, hampir 80 persen wilayah Kalimantan Barat tergolong terpencil dan sulit diakses.

"Di beberapa wilayah, setiap dusun hanya memiliki sekitar 10 Kepala Keluarga (KK), yang menjadi salah satu tantangan besar dalam pelayanan kesehatan," ungkap Harisson saat menjadi keynote speaker Pontianak International Health Conference Ke 4 Tahun 2024 di Aula Pendidikan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Pontianak, Rabu 4 September 2024.

Baca Juga: Datang Langsung ke Mempawah, Kadisporapar Kalbar Windy Prihastari Sebut Robo-robo Berpotensi Masuk Kharisma Event Nusantara (KEN)

Kondisi ini, terang Harisson, tentu menyulitkan pemerintah dan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan yang memadai bagi masyarakat.

"Masyarakat kesulitan mengakses pelayanan kesehatan, dan tenaga kesehatan juga mengalami kesulitan dalam menjangkau masyarakat. Hal ini memerlukan biaya yang sangat besar, dan fasilitas yang tersedia seringkali sangat sederhana serta belum optimal," terangnya.

Harisson mencatat, Kalbar juga menghadapi keterbatasan dalam jumlah tenaga kesehatan dan potensi sumber daya manusia yang rendah. 

"Untuk memastikan keberlanjutan tenaga kesehatan di suatu daerah, perlu dimulai dari pendidikan dan pelatihan yang memadai," timpalnya.

Baca Juga: Harisson Azroi Raih Penghargaan Pj Gubernur Terbaik Bidang Ekonomi Daerah Fiskal Tinggi dari Kemendagri dan Tempo Media Group

Ia berharap, konferensi ini menjadi wadah bagi para ahli kesehatan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk berkolaborasi mencari solusi inovatif dalam mengatasi tantangan kesehatan di Kalimantan Barat. 

"Dengan semangat kolaborasi, diharapkan dapat tercipta sistem kesehatan yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Sehingga, masyarakat Kalimantan Barat dapat hidup lebih sehat dan sejahtera," tandasnya.

(*)

 

Tags

Terkini