KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson menegaskan program optimasi lahan dan cetak sawah baru merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
Melalui program tersebut, Pemprov Kalbar berkomitmen untuk terus berupaya mengoptimalkan lahan yang ada guna meningkatkan produktivitas serta membuka lahan pertanian baru.
“Hal ini sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara mandiri dan berdaulat dalam bidang pangan. Mewujudkan bidang ini tidaklah mudah, namun dengan semangat gotong royong dan dukungan dari seluruh pihak, saya yakin kita mampu mengatasi segala hambatan," ungkap Harisson saat rapat koordinasi optimasi lahan dan cetak sawah rakyat Kalimantan Barat di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis 21 November 2024.
Pada tahun anggaran 2024, lanjut Harisson, Pemprov Kalbar telah dilakukan perluasan areal tanam melalui program optimasi lahan rawa seluas 39.153 hektare.
Luasan itu tersebar di 12 wilayah kabupaten dan kota.
"Sampai dengan 19 November 2024, progres realisasi konstruksi fisik kegiatan Optimasi lahan rawa di Provinsi Kalbar mencapai 88.30 persen dan akan selesai sebelum akhir tahun anggaran 2024," kata Harisson memaparkan.
Dari target kegiatan optimasi lahan di provinsi Kalbar seluas 39.153 hektare, hingga saat ini sudah memberikan dampak terhadap Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pertambahan Indeks Pertanaman (IP) yang tertuang pada laporan perluasan areal tanam Kementerian Pertanian sesuai dengan SK Menteri Pertanian tanggal 18 November 2024.
"Kalbar menduduki peringkat ke 2 secara nasional dengan capaian seluas 112.396 hektar atau 105,67 persen dari target 106,362 hektar yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian," tandasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)
(*)