Ia tidak ingin adanya intoleransi di Kalimantan Barat, sehingga seluruh suku maupun agama di Kalimantan Barat ini bersatu dalam keberagaman.
"Jadi kalau pendirian rumah ibadah segala macam, sejauh agama yang bersangkutan sudah menyediakan lahan, no problem. Silahkan saja, jadi administrasi yang lain menyusul, jadi kita buat fleksibel," pungkasnya.
Tolak Adu Domba
Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, memberikan dukungannya terhadap langkah Wakil Gubernur.
Ia menyampaikan bahwa masyarakat Kalbar harus bersatu dan menolak upaya adu domba yang bisa memecah belah kerukunan antar-etnis.
“Saya bangga punya Wakil Gubernur seperti Pak Krisantus. Ini upaya yang luar biasa. Orang luar yang mencoba memecah belah harus kita laporkan ke Polda. Kami dari etnis Madura, bersama saudara-saudara dari DAD, akan datang ke Polda Kalbar untuk membuat laporan resmi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, mengingat isu-isu sensitif seperti ini berpotensi memperkeruh suasana.
“Kami punya sejarah panjang dalam menjaga persaudaraan lintas etnis. Selama 26 tahun terakhir, komunikasi antar pemimpin adat seperti DAD berlangsung baik. Ada juga Paguyuban Merah Putih yang terdiri dari 24 etnis. Kami rutin berdiskusi dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan,”pungkasnya.
(*)