tekno-otomotif

Apa itu QRIS ? Menjadi Solusi Pembayaran Digital Praktis, Ketahui Keunggulan dan Risikonya

Minggu, 7 September 2025 | 09:58 WIB
Bank Indonesia (BI) menyebut QRIS siap digunakan di China akhir 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. qris.interactive.co.id)

KALIMANTANSATU.COM - Perkembangan teknologi finansial di Indonesia semakin pesat, salah satunya ditandai dengan hadirnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Sistem pembayaran digital ini memungkinkan transaksi dilakukan hanya dengan memindai kode QR, sehingga lebih cepat, aman, dan efisien.

Sebagai produk keuangan masa kini, ada beberapa keunggulan dan risiko dari QRIS itu sendiri.

Berikut penjelasannya yang dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat sebelum sepenuhnya mengandalkan metode pembayaran digital ini.

Baca Juga: QRIS Segera Bisa Dipakai di China pada Akhir 2025, Bank Indonesia Sebut Berlaku Dua Arah Inbound-Outbound

Memudahkan Transaksi Sehari-hari

Dengan QRIS, masyarakat dapat melakukan pembayaran di warung kecil hingga pusat perbelanjaan besar tanpa perlu membawa uang tunai.

Cukup menggunakan aplikasi dompet digital atau mobile banking, transaksi bisa selesai dalam hitungan detik.

Beberapa brand populer seperti OVO, Dana, dan GoPay telah terintegrasi dengan QRIS untuk mempermudah penggunanya.

Mendorong Inklusi Keuangan

QRIS tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga pelaku usaha, terutama UMKM.

Dengan biaya transaksi yang rendah, pelaku usaha kecil bisa menerima pembayaran digital secara resmi tanpa harus membuka banyak akun di berbagai bank atau aplikasi.

Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi digital sekaligus memperluas akses layanan keuangan formal.

Baca Juga: Kado HUT ke-80 RI: QRIS Terbang ke China hingga Jepang, BI Sebut sebagai Game Changer Sejak 6 Tahun Lalu

Tantangan di Masa Depan

Halaman:

Tags

Terkini