Faktanya, jika kaktus mempunyai daun dan menguapkan air alih-alih menyimpannya, kaktus akan kesulitan bertahan hidup, apalagi tumbuh.
Karena kaktus tidak memiliki daun, maka kaktus juga tidak menyerap sinar matahari seperti halnya tanaman lainnya.
Dan seperti yang kita ketahui, menyerap sinar matahari penting bagi tanaman untuk menghasilkan energi untuk fotosintesis.
Karena kaktus memiliki duri dan bukan daun, kadar klorofilnya lebih rendah, yang berarti kemampuannya menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi makanan lebih rendah.
Seringkali kaktus memiliki zat seperti kapas di sekelilingnya untuk melindunginya dari teriknya sinar matahari gurun, yang lagi-lagi membuatnya semakin sulit menyerap sinar matahari. Tidak heran kaktus tumbuh lambat!
Stomata lebih sedikit
Stomata adalah bukaan atau pori-pori kecil pada jaringan tumbuhan yang memungkinkan terjadinya pertukaran gas (asupan Karbon Dioksida).
Baca Juga: Air yang Terkandung di Dalam Kaktus Amankah Untuk Dikonsumsi ? Simak Faktanya, Jangan Keliru !
Stomata biasanya ditemukan di daun tanaman tetapi juga dapat ditemukan di batang.
Alasan lain mengapa kaktus tumbuh lambat adalah karena kaktus memiliki stomata yang lebih sedikit dibandingkan tanaman lain.
Sebagian air di daun tumbuhan menguap saat stomata membuka untuk menyerap karbon dioksida.
Jika kaktus kehilangan banyak air dari stomatanya, kaktus tidak dapat hidup di gurun, sehingga kaktus berevolusi untuk memiliki stomata yang lebih sedikit dibandingkan tanaman lain.
Kaktus tidak dapat mengonsumsi karbon dioksida dalam jumlah banyak karena stomata kaktus lebih sedikit, sehingga semakin membatasi kemampuan kaktus untuk melakukan fotosintesis.
Jadi itulah sahabat penyebab kenapa kaktus tumbuhnya sangat lama.
Bahkan semua ciri kaktus yang memungkinkannya tumbuh subur di gurun pasir juga menjadi alasan mengapa mereka lambat tumbuh, sungguh menyedihkan bukan sahabat.