Hal ini lantaran pembelian konsumen tidak melonjak seperti saat momen Ramadan dan Idul Fitri.
Di sisi lain, mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam. Tentu, sangat meningkat drastis permintaan sirup Marjan saat Ramadan dan lebaran.
Alasan mengapa Sirup Marjan memilih strategi seasonal marketing itu sudah jelas karena memanfaatkan trafik yang tinggi.
Lonjakan trafik yang tinggi di momentum tertentu dan biasanya momen tahunan seperti ini, audiens dan konsumen akan lebih mudah memprediksi.
Nah, maka dari itu Sirup Marjan melakukan aktivitas marketingnya di bulan Ramadhan.
(*)