Gejala Hoarding Disorder
Dilansir Mayo Clinic, Hoarding disorder biasanya ditandai dengan kebiasaan menyimpan barang dalam jumlah berlebihan.
Menumpuk barang secara bertahap di ruangan rumah dan pada akhirnya kesulitan membuang barang-barang tersebut karena merasa sayang.
Seiring bertambahnya usia, orang dengan gangguan ini akan sulit meninggalkan kebiasaan penimbunan tersebut.
Pada usia paruh baya, gejalanya sering parah dan mungkin lebih sulit diobati.
Gejala gangguan ini berkembang dari waktu ke waktu dan cenderung menjadi perilaku pribadi.
Seringkali, kekacauan yang signifikan berkembang pada saat kondisi tersebut terpantau oleh orang lain.
Selain itu, gejala lain hoarding disorder adalah:
- Menyimpan barang-barang yang tidak dibutuhkan secara berlebihan sampai pengidapnya tidak memiliki ruang lagi di rumahnya.
- Kesulitan untuk berpisah dengan barang-barangnya.
- Merasa perlu untuk menyimpan barang-barangnya dan merasa kesal dengan pemikiran untuk membuang barang-barang tersebut.
- Mengalami kekacauan di mana tidak ada lagi ruang untuk menyimpan barang-barang.
- Memiliki kecenderungan keragu-raguan akan suatu hal, perfeksionisme, penghindaran, penundaan, dan masalah dengan perencanaan dan pengorganisasian.
- Mengalami konflik dengan orang lain yang mencoba mengurangi atau menghilangkan kekacauan dari rumah.
- Merasa aman ketika dikelilingi oleh barang-barang timbunan tersebut.
Baca Berita Viral Lainnya di Google News : Klik LINK Berikut Ini
(Prabu Warah)