KALIMANTANSATU.COM - Fenomena stop "Tot Tot Wuk Wuk” lagi mencuri perhatian sebagian publik Tanah Air di media sosial (medsos).
Sindiran yang terdengar kocak, namun sebenarnya mengandung kritik keras publik terhadap maraknya penggunaan sirene dan strobo untuk kepentingan pribadi.
Di samping itu, bahkan tidak sedikit pengguna jalan raya yang mengeluhkan sirene itu karena membahayakan di situasi tertentu, salah satunya saat kemacetan melanda.
Di jalanan kota besar, tidak jarang pengendara menemukan kendaraan sipil atau rombongan tertentu melaju dengan lampu strobo berkedip dan suara sirene meraung, seolah-olah membawa misi darurat.
Kendati demikian, dalam banyak kasus, penggunaan alat prioritas tersebut tidak memiliki dasar hukum atau alasan kedaruratan.
Hal tersebut kemudian melahirkan ungkapan satir “Stop Tot Tot Wuk Wuk”, sebagai sindiran terhadap penyalahgunaan simbol prioritas di jalan raya.
Tidak hanya jadi bahan pembicaraan, fenomena ini menjelma menjadi gerakan kecil di kalangan masyarakat.
Sejumlah pengendara bahkan memasang stiker bertuliskan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” di kendaraan mereka sebagai bentuk protes terhadap perilaku arogan di jalan.
Terkini, warganet ramai-ramai menegaskan ihwal sirene dan strobo seharusnya hanya diprioritaskan untuk kendaraan darurat, yakni ambulans dan mobil pemadam kebakaran (damkar).
Kedua kendaraan itu memang secara hukum memiliki hak istimewa untuk melintas lebih dulu karena menyangkut nyawa dan keselamatan publik.
Baca Juga: 4 SPBU Swasta Setuju Ikut Impor BBM Lewat Pertamina Dengan 3 Syarat Ini
Lantas, bagaimana tanggapan sejumlah pihak terkait atas fenomena stop "Tot Tot Wuk Wuk" yang viral di media sosial. Berikut ini ulasan selengkapnya:
1. Istana ke Pejabat: Jangan Semena-mena
Pihak Istana RI melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi meminta seluruh pejabat agar tidak semena-mena saat memakai fasilitas sirene dan strobo ketika di jalan raya.
Artikel Terkait
Rajawali Kapital Emas Beli Saham ARCI (Archi Indonesia) Sebanyak 2,97 Miliar Lembar dari Rajawali Corpora dan Wijaya Anugerah Cemerlang, Harga Berapa?
Bank Indonesia Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Perlu Ditingkatkan agar Sesuai Kapasitas Perekonomian, Perry Warjiyo Beberkan Strateginya
Kini Mediapreneur Talks Promedia 2025 Hadir di Kota Surabaya, Ikuti Seminar Bisnis yang Terbuka untuk Jurnalis hingga Pengusaha Media
CoreLab Promedia 2025 Bakal ke Kampus Unesa Surabaya, Ikuti Event Seru Menyelami Dunia Content Creator
Bikin Waswas Aja Nih ! Telusur Kasus Dugaan Pembobolan RDN BCA yang Bikin Sekuritas Boncos Rp70 Miliar
Perekonomian Dunia Masih Tren Melambat, Bank Indonesia Catat Ada Berbagai Indikatornya. Apakah Terkait Tarif Resiprokal AS ?
Bagaimana Kondisi Neraca Pembayaran Indonesia ? BI Pastikan Tetap Baik dan Mendukung Ketahanan Eksternal
Tiba di Jepang, Presiden Prabowo Subianto Bakal Sambangi Paviliun Indonesia di Osaka Expo 2025
4 SPBU Swasta Setuju Ikut Impor BBM Lewat Pertamina Dengan 3 Syarat Ini
Enggan Jalankan Lagi! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Tax Amnesty Merupakan Insentif Orang Kibul-kibul, Bagaimana Nasib Pengampunan Pajak Jilid III?