Kategorisasi ini juga membantu dalam pemantauan dan regulasi perdagangan internasional kemiri.
Melansir dari Asian Commerce pada tahun 2023, kebutuhan akan kemiri di pasar internasional mengalami peningkatan yang signifikan karena meningkatnya minat pasar global terhadap produk yang bersifat alami dan organik.
Indonesia, yang merupakan negara produsen kemiri utama di dunia, mendapatkan kesempatan besar untuk menyuplai kebutuhan ekspor tersebut.
Menurut informasi dari Aspenku, aplikasi pendukung ekspor nasional Indonesia, kemiri merupakan komoditas yang banyak ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Harga kemiri mentah berkisar Rp40 ribu per kilogram, namun ketika diolah menjadi minyak esensial atau bahan perawatan kulit, harganya dapat melonjak hingga Rp700 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini menandakan nilai tambah yang signifikan dari produk olahan kemiri, membuka peluang ekspor yang luas bagi produsen di Indonesia, terutama dari Nusa Tenggara Timur.
Kemiri sebagai komoditas perdagangan internasional masuk ke dalam kode komoditas ekspor 0802Xd Nuts, n.e.s.
Berdasarkan data dari Export Potential Map, berikut adalah beberapa negara yang berpotensi menjadi tujuan peluang ekspor kemiri dari Indonesia:
China
Potensi ekspor: USD300 juta.
Ekspor aktual: USD11 juta.
Potensi yang belum terrealisasi: USD290 juta.
Amerika Serikat
Potensi ekspor: USD113 juta.
Ekspor aktual: USD61 ribu.