Para ilmuwan telah menentukan bahwa suara terdengar pada frekuensi berbeda di setiap sisi kepala burung.
Tergantung dari sudut mana suara tersebut berasal, suara tersebut terdengar dengan frekuensi tertentu di gendang telinga kiri, namun dengan frekuensi berbeda di gendang telinga kanan.
Perbedaan frekuensi antara gendang telinga ini memungkinkan burung menemukan asal usul suara.
Misalnya, burung hantu dikenal karena pendengarannya yang sangat tajam, yang membantu mereka menemukan mangsa di malam hari.
Kemampuan mendengar ini sebagian disebabkan oleh susunan bukaan telinga yang asimetris, dimana bukaan yang satu lebih rendah dibandingkan bukaan yang lain.
Suara terdengar di bukaan ini pada waktu yang sedikit berbeda.
Baca Juga: Cara Merawat Kaktus Mini Bagi Pemula, Ternyata Mudah Lho Sahabat !
Burung hantu dapat menggunakan perbedaan waktu ini, yang terkadang hanya sepersejuta detik, untuk menentukan apakah suara tersebut berasal dari kiri atau kanan.
Burung pemangsa lainnya memiliki penutup di depan telinganya yang membantu mereka menentukan apakah suara datang dari atas atau bawah.
Beberapa burung hantu memang tampak memiliki telinga di atas kepala mereka, namun sebenarnya itu adalah jumbai bulu yang dikendalikan oleh otot-otot kecil di bawah kulit yang tidak mempengaruhi pendengaran mereka sama sekali.
(MASREAL BACHRUL ALAM)
Artikel Terkait
Cara Daftar Kereta Cepat Jakarta Bandung Gratis Lewat HP di ayonaik.kcic.co.id Sampai 30 September 2023 Aja
Cari Solusi Lupa Username dan Password Brimo Lewat Aplikasi ? Tak Perlu ke Kantor Bank BRI, Lakukan Cara Ini
Apakah Cara Menonaktifkan SMS Banking BRI Melalui Brimo Bisa Dilakukan oleh Nasabah BRI ?
Cara Mengembalikan Akun Brimo yang Terblokir Tanpa ke Kantor Bank BRI Ternyata Mudah Banget Sahabat