Mengulik Jalur Rahasia Aliran Dana USD 1,8 Juta George Soros ke LSM Indonesia Lewat Open Society Foundations! Laporan Dirilis The Sunday Guardian Live

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 20 Maret 2026 | 13:30 WIB
Mengulik Jalur Rahasia Aliran Dana USD 1,8 Juta George Soros ke LSM Indonesia Lewat Open Society Foundations! Laporan Dirilis The Sunday Guardian Live (Kalimantansatu.com/Dok. The Sunday Guardian Live)
Mengulik Jalur Rahasia Aliran Dana USD 1,8 Juta George Soros ke LSM Indonesia Lewat Open Society Foundations! Laporan Dirilis The Sunday Guardian Live (Kalimantansatu.com/Dok. The Sunday Guardian Live)

KALIMANTANSATU.COM – Sebuah kebocoran dokumen perencanaan internal mengungkap manuver masif jaringan filantropi global milik miliarder Amerika Serikat George Soros, Open Society Foundations (OSF) sebagai upaya memengaruhi arah demokrasi di Indonesia.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh The Sunday Guardian Live membedah bagaimana jutaan dolar dialirkan melalui Yayasan Kurawal, sebuah lembaga perantara di Jakarta, untuk membentuk ekosistem perlawanan sipil di tengah transisi kekuasaan dari era Joko Widodo ke Prabowo Subianto.

Strategi "Raja Abu": Menghadang Era Prabowo

Dikutip Kalimantansatu.com dari Livantara.com (Mitra Promedia Group), dokumen tersebut memaparkan rencana strategis Kurawal 2024–2029 yang provokatif berjudul “Membangun Jembatan, Mengisi Kesenjangan.” Di dalamnya, satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo (2014–2024) dilabeli secara ekstrem sebagai “dekade pembongkaran demokrasi.”

Namun, fokus utama dokumen ini adalah antisipasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Serangan Air Keras ke Aktivis Kontras Andrie Yunus adalah Terorisme: Tindakan Biadab, Usut Sampai Dalangnya

Dengan tajuk "Raja Abu: Bersiap untuk Tahun-Tahun Prabowo", strategi ini merancang peta jalan untuk mempromosikan perbedaan pendapat dan penggalangan perlawanan sistematis.

Tujuannya jelas, memperluas keterlibatan masyarakat sipil dalam proses politik melalui "pendekatan ekosistem" sebuah istilah untuk mengoordinasikan berbagai organisasi masyarakat sipil dalam satu komando narasi.

Arus Dana dan Aliansi Internasional
Untuk periode 2026–2028, Yayasan Kurawal mengusulkan anggaran sebesar USD 1.800.000 (sekitar Rp28,5 miliar).

Menariknya, OSF bukan satu-satunya penyokong, mereka menyuplai 80% dana, sementara 20% sisanya (sekitar USD 360.000) datang dari Taiwan Foundation for Democracy (TFD), lembaga yang didanai langsung oleh pemerintah Taiwan untuk promosi demokrasi internasional.

Baca Juga: Lebih dari 1.000 Dapur MBG Di-suspend karena Bermasalah, Apa Kata Prabowo Subianto ?

Anggaran ini dipecah ke dalam empat pilar utama:

1. USD 500.000: Mobilisasi akar rumput dan pembangunan komunitas.

2. USD 500.000: Penguatan kepemimpinan pemuda (generasi Z dan milenial).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Livantara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X