KALIMANTANSATU.COM – Sebuah kebocoran dokumen perencanaan internal mengungkap manuver masif jaringan filantropi global milik miliarder Amerika Serikat George Soros, Open Society Foundations (OSF) sebagai upaya memengaruhi arah demokrasi di Indonesia.
Berdasarkan laporan yang dirilis oleh The Sunday Guardian Live membedah bagaimana jutaan dolar dialirkan melalui Yayasan Kurawal, sebuah lembaga perantara di Jakarta, untuk membentuk ekosistem perlawanan sipil di tengah transisi kekuasaan dari era Joko Widodo ke Prabowo Subianto.
Strategi "Raja Abu": Menghadang Era Prabowo
Dikutip Kalimantansatu.com dari Livantara.com (Mitra Promedia Group), dokumen tersebut memaparkan rencana strategis Kurawal 2024–2029 yang provokatif berjudul “Membangun Jembatan, Mengisi Kesenjangan.” Di dalamnya, satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo (2014–2024) dilabeli secara ekstrem sebagai “dekade pembongkaran demokrasi.”
Namun, fokus utama dokumen ini adalah antisipasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan tajuk "Raja Abu: Bersiap untuk Tahun-Tahun Prabowo", strategi ini merancang peta jalan untuk mempromosikan perbedaan pendapat dan penggalangan perlawanan sistematis.
Tujuannya jelas, memperluas keterlibatan masyarakat sipil dalam proses politik melalui "pendekatan ekosistem" sebuah istilah untuk mengoordinasikan berbagai organisasi masyarakat sipil dalam satu komando narasi.
Arus Dana dan Aliansi Internasional
Untuk periode 2026–2028, Yayasan Kurawal mengusulkan anggaran sebesar USD 1.800.000 (sekitar Rp28,5 miliar).
Menariknya, OSF bukan satu-satunya penyokong, mereka menyuplai 80% dana, sementara 20% sisanya (sekitar USD 360.000) datang dari Taiwan Foundation for Democracy (TFD), lembaga yang didanai langsung oleh pemerintah Taiwan untuk promosi demokrasi internasional.
Baca Juga: Lebih dari 1.000 Dapur MBG Di-suspend karena Bermasalah, Apa Kata Prabowo Subianto ?
Anggaran ini dipecah ke dalam empat pilar utama:
1. USD 500.000: Mobilisasi akar rumput dan pembangunan komunitas.
2. USD 500.000: Penguatan kepemimpinan pemuda (generasi Z dan milenial).
Artikel Terkait
Prabowo Kritik Belanja Daerah Tidak Produktif, Sampai Singgung Harga Mobil Dinas Kepala Daerah Rp8 M
Prabowo Tegaskan Serangan Air Keras ke Aktivis Kontras Andrie Yunus adalah Terorisme: Tindakan Biadab, Usut Sampai Dalangnya
Lebih dari 1.000 Dapur MBG Di-suspend karena Bermasalah, Apa Kata Prabowo Subianto ?
Pemerintah Indonesia Tidak Ingin Naikkan Batas Defisit APBN ! Menko Airlangga Hartarto Ungkap Alasannya Setelah Rapat Bareng Presiden Prabowo Subianto
Prabowo Ungkap Alasan Pangkas Belanja Tak Produktif untuk Efisiensi Anggaran: Kalau Rp308 T Tidak Dipotong, Jadi Korupsi
Demi Kemerdekaan Palestina ! Prabowo Ungkap Kronologi dan Alasan Indonesia Gabung BoP Secara Kolektif dengan Negara Mayoritas Muslim Lain
Anggap Hilirisasi adalah Kunci Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas bagi Generasi Muda, Prabowo : Transformasi Bangsa, Bahan Mentah Jadi Turunan
ICCN Buka Kolaborasi untuk Pengembangan IP, Peluang Buat Kamu yang Punya Karya Kreatif
Korda ICCN Lampung Ikut Residensi dan Pameran di Thailand, Perluas Eksposur Praktik Seni Visual Indonesia di Kancah Global
Program Ganti Atap Rumah Wartawan dengan Alduro Terealisasi di Bogor ! Kunradus Bersyukur Kolaborasi Promedia Group dan PT Sirkular Karya Indonesia