ekonomi-bisnis

Ancaman Krisis Pangan Global Menghantui Dunia Pasca Konflik Timur Tengah, Apakah Indonesia Aman dari Kelaparan ? Ini Kata Mentan Amran Sulaiman

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:49 WIB
ILUSTRASI BERAS - Ancaman Krisis Pangan Global Menghantui Dunia Pasca Konflik Timur Tengah, Apakah Indonesia Aman dari Kelaparan ? Ini Kata Mentan Amran Sulaiman (Pixabay/allybally4b)

Baca Juga: Pemerintah Bangun 104 Sekolah Rakyat Asrama Gratis Lagi untuk Percepat Akses Pendidikan Anak Miskin Ekstrem

Dampaknya sangat besar, biaya pupuk turun hingga 20 persen dan volume pupuk meningkat 700 ribu ton tanpa tambahan beban anggaran negara.

“Dulu petani sudah mau tanam, pupuk belum tiba. Sekarang distribusi langsung, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain deregulasi, transformasi modernisasi pertanian juga menjadi kunci peningkatan produksi nasional. Mekanisasi pertanian memungkinkan efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen, mempercepat proses tanam dan panen, serta mendorong indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun.

Efisiensi tersebut menurunkan biaya produksi hingga 50 persen dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.

“Modernisasi pertanian membuat biaya produksi turun, panen lebih cepat, dan petani lebih sejahtera. Ini yang sedang kita dorong di seluruh Indonesia,” kata Amran.

Peningkatan kesejahteraan petani terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini mencapai angka 125, tertinggi sepanjang sejarah.

Angka tersebut diperkuat kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp132 triliun di tingkat petani.

Kebijakan ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap petani agar tetap mendapatkan keuntungan dari usaha tani.

“Kalau petani untung, mereka akan semangat menanam. Kalau petani semangat, produksi pasti naik. Itu kunci swasembada. Untuk berkelanjutan tetap kita genjot sumber-sumber input produksi,” tegasnya.

Baca Juga: Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi 24 Maret, Pemudik Diminta Atur Waktu Perjalanan dan Optimalkan WFA

Produksi beras nasional surplus, mencapai sekitar 34,7 juta ton atau naik sekitar 13 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara cadangan beras pemerintah mencapai lebih dari 4 juta ton dan optimis terus meningkat dalam bulan-bulan berikutnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa fondasi ketahanan pangan nasional semakin kuat di tengah ketidakpastian global.

“Stok kita kuat, produksi naik, cadangan pangan aman. Ini menunjukkan program kita sudah berada di jalur yang benar,” ujarnya.

Untuk memperkuat produksi jangka panjang, pemerintah juga menjalankan program optimalisasi lahan rawa sebagai strategi ekspansi produksi nasional.

Halaman:

Tags

Terkini