Presiden Prabowo diketahui pernah melawat ke London, Inggris dalam rangka menghadiri CEO Rountable Forum di London, Inggris, pada 21 November 2024.
Pada lawatan perdananya, Prabowo diketahui melakukan komitmen investasi konservatif senilai 18,5 miliar USD atau Rp330 triliun.
"Saya kira ini menunjukkan optimisme mereka terhadap ekonomi kita ya, kepercayaan," kata Prabowo dalam kesempatan itu.
"Ini juga di Brasil juga demikian, di Amerika juga demikian, di Tiongkok juga demikian. Alhamdulillah ya sangat produktif," tambahnya.
Investasi Bersama RI- Qatar Capai Rp71,3 T
Pada kesempatan berbeda, Presiden RI juga pernah melakukan kunjungan resmi ke Doha, Qatar, pada Minggu, 13 April 2025.
Kunjungan Prabowo ke Qatar untuk menyepakati kemitraan strategis (co-partnership) dalam pengelolaan dana investasi untuk Indonesia yang akan berfokus di berbagai sektor pembangunan.
Salah satu hasil utama dari kunjungan tersebut adalah untuk membentuk dana investasi bersama senilai 4 miliar USD atau Rp71,3 triliun.
Dana ini akan difokuskan pada pengembangan berbagai sektor diantaranya termasuk tapi tidak terbatas pada hilirisasi industri, energi terbarukan, dan fasilitas kesehatan di Indonesia.
Kala itu, Presiden Prabowo menyampaikan, bahwa masing-masing negara akan berkontribusi sebesar 2 miliar USD atau setara Rp35,6 triliun dalam dana tersebut.
"Kami sepakat untuk segera meningkatkan kerja sama. Emir Qatar akan berinvestasi melalui Danantara Indonesia, dengan komitmen sebesar 2 miliar USD untuk dana bersama ini," jelas Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Kerja Sama RI-Saudi Capai Rp482,1 T
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Prabowo juga pernah menyepakati komitmen investasi bersama Perdana Menteri Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud (MBS) di Jeddah, pada 2 Juli 2025 lalu.
Saat itu, Prabowo menandatangani sejumlah perjanjian dan nota kesepahaman antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi, dengan nilai total mencapai sekitar 27 miliar USD atau sekitar Rp482,1 triliun.