Kalimantansatu - Baru-baru ini dikabarkan harga bensin di Singapura mengalami kenaikan, bahkan kenaikan ini dikatakan pertama kali dalam sejarah Negara Singa tersebut.
Kenaikan harga bensin di Singapura disinyalir karena larangan ekspor minyak mentah dari Rusia serta dikarenakan ekonomi dunia yang kini tengah melemah.
Seperti yang dilansir Kalimantansatu.com dari laman worldofbuzz.com, Minggu 5 Juni 2022, kenaikan harga bensin di Singapura disebut menjadi yang tertinggi disepanjang sejarah Singapura.
Untuk satu liter premium berjenis RON92 sekarang berada di antara RM10.41 - RM10.48 atau jika dirupiahkan menjadi Rp34.243 hingga Rp34.473 (jika dikonversi dengan kurs saat ini Rp3.289).
Sedangkan sebelumnya harga per liter RON92 di Singapura berkisar antara RM10 atau sekitar Rp32.894.
Baca Juga: 10 Twibbon Keren untuk Memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2022
Namun, yang paling menonjol adalah kenaikan harga bensin berjenis RON98, yang merupakan kisaran bahan bakar pertama yang menembus angka SGD4 (RM12,78 atau sekitar Rp42.039) per liter.
Tak hanya bensin atau premium yang mengalami kenaikan harga bahan bakar Solar pun mengalami kenaikan harga, namun tidak terlalu signifikan.
Baca Juga: Resmi Nama Internasional Turki Menjadi Turkiye, Ini Tanggapan Recep Tayyip Erdogan
Harga solar di Singapura sekarang antara SGD3 (RM9.58 atau Rp32.236) dan SGD3.08 (RM9.84 atau Rp32.368), per liter dan mengalami kenaikan hanya dua minggu.***