KALIMANTAN SATU - Pada akhir bulan Mei 2022 ledankan keras terjadi di dekat rumah gubernur "palsu" atau Gauleiter Melitopol Galina Danilchenko yang ditunding Ukraina adalah boneka Rusia.
Tidak lama berselang Gauleiter Melitopol Ukraina, Galina Danilchenko menyampaikan ingin mengundurkan diri karena dia takut akan keselamatan nyawanya.
Kali ini Wali Kota Melitopol Ivan Fedorov menyampaikan melalui Media Center Ukraina-Ukrinform bahwa Partisan Ukraina mengumumkan "perburuan" untuk gubernur boneka Melitopol yang ditunjuk Rusia.
Dikabarkan Partisan Ukraina telah memasang harga $10.000 untuk kepala boneka militer Rusia itu atau gubernur "palsu" atau Gauleiter Melitopol.
"Partisan kami memulai perburuan hari ini. Mereka telah memasang pemberitahuan di seluruh kota yang menawarkan hadiah $10.000 untuk kepala 'Gauleiter' utama." ujar Wali Kota Melitopol Ivan Fedorov seperti yang dilansir pravda.com.ua.
Selain itu Fedorov menambahkan bahwa penjajah Rusia akan setuju untuk "memusnahkan" anak didik mereka sendiri untuk hadiah seperti itu.
Saat ini Wali Kota Melitopol Ukraina masih berjuang untuk mengatasi masalah utama Melitopol di bawah pendudukan Rusia.
Saat ini beberapa masalah utama seperti pengangguran, kekurangan uang untuk kebutuhan dasar, dan biaya makanan yang tinggi menjadi masalah serius di kota yang diduduki Rusia dan sekutunya ini.
Selain itu situasi keamanan hingga saat ini masih tetap sangat sulit karena para tentara Rusia ditunding terus melakukan penculikan penduduk.
Kabar terbaru yang beredar adalah seorang pendeta diculik di tengah kebaktian di sebuah gereja di Melitopol Ukraina.***