Kepala Bank Sentral Rusia Sebut Sansi yang Menghantam Negaranya Tidak Separah Dibayangkan

photo author
Patriano Jaya Maleh, Kalimantan Satu
- Sabtu, 11 Juni 2022 | 08:43 WIB
Swiss adopsi paket keenam sangsi seperti Uni Eropa, Rusia sebut tak khawatir efeknya (Karolina Grabowska)
Swiss adopsi paket keenam sangsi seperti Uni Eropa, Rusia sebut tak khawatir efeknya (Karolina Grabowska)

KALIMANTAN SATU - Puluhan negara telah menjatuhkan sangsi sepanjang 108 hari operasi militer khusus Rusia ke Ukraina, namun Kepala Bank Sentral Rusia menyebut efek dari sansi tersebut tidaklah separah yang mereka perkirakan.

Seperti Swiss yang baru-baru ini mendukung keputusan Uni Eropa mengadopsi paket sanksi keenam, termasuk embargo minyak mentah, terhadap Rusia dan Belarusia.

"Pada 10 Juni, Dewan Federal mengambil keputusan untuk mengadopsi sanksi baru Uni Eropa terhadap Rusia dan Belarusia," kata pernyataan itu seperti yang dilansir kantor berita TASS Jumat 10 Juni 2022.

Baca Juga: Prediksi Laga Persib Bandung vs Bali United FC di Piala Presiden 2022, Head to Head dan Susunan Pemain

Selain itu pemerintah Swiss juga menyetujui sanksi lebih dari 100 individu dan entitas Rusia dan Belarusia lebih lanjut.

"Daftar individu dan entitas yang terkena sanksi Swiss identik dengan daftar UE," kata pemerintah Swiss dalam pernyataan tersebut.

Paket pembatasan keenam UE, yang diadopsi pada 3 Juni, mencakup embargo minyak mentah dan produk minyak olahan tertentu dari Rusia kemudian di sektor keuangan, penyediaan jasa audit dan konsultasi bisnis kini dilarang.

Baca Juga: Prediksi Skor Akhir Ukraine VS Armenia, UEFA Nations League Sabtu 11 Juni 2022

Namun seperti yang disampaikan kepala Bank Sentral Elvira Nabiullina pada hari Jumat pada konferensi pers bahwa sejauh ini efek dari sangsi yang dijatuhkan kepada negaranya tidak separah yang dikira.

"Ya, kami melihat ekspor kami belum jatuh serendah yang kami perkirakan. Ya, efek sanksi mungkin tidak separah dari yang kami khawatirkan. Ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan untuk beradaptasi. Namun, terlalu dini untuk mengatakannya bahwa efek penuh sanksi telah menunjukkannya," kata Nabiullina.

Walupun begitu ia juga menyampaikan masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan dalam situasi perubahan struktural ekonomi mengingat efek jangka panjang dari sangsi yang dijatuhkan puluhan negara ini.

Baca Juga: Jadwal Acara Trans TV Hari ini Sabtu 11 Juni 2022, Bioskop TRANS TV: Ada Anna dan Batman Forever

"Situasinya tidak pasti, situasinya berkembang, situasi transformasi struktural dalam perekonomian dan kemampuannya untuk transformasi juga merupakan proses, dan karena itu terlalu dini untuk membuat kesimpulan apa pun terkait hal ini," tambah Nabiullina.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patriano Jaya Maleh

Sumber: TASS News Agency

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X