China Akan Lakukan Segala Upaya Bahkan Perang Jika Muncul Upaya Memisahkan Taiwan dari RRC

photo author
Patriano Jaya Maleh, Kalimantan Satu
- Minggu, 12 Juni 2022 | 09:30 WIB
Peningkatan aktivitas militer China disoroti AS, China kutuk peningkatan persenjataan militer yang dikirim AS ke Taiwan (Instagram @militarychina_reporter)
Peningkatan aktivitas militer China disoroti AS, China kutuk peningkatan persenjataan militer yang dikirim AS ke Taiwan (Instagram @militarychina_reporter)

KALIMANTAN SATU - Aktivitas militer China di wilayah sekitar Taiwan ditanggapi Amerika Serikat yang sampaikan dukungan penuh terhadap independensi Taiwan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin yang menekankan dukungan Amerika untuk Taiwan pada hari Sabtu 11 Juni 2022 di forum pertahanan utama Asia.

“Kebijakan kami tidak berubah, tetapi sayangnya itu tampaknya tidak berlaku untuk RRC,” ujar Austin seperti yang dikutip kalimantansatu dari APNews Minggu 12 Juni 2022. 

Austin mengatakan Washington tetap berkomitmen pada "kebijakan satu-China," yang mengakui Beijing tetapi memungkinkan hubungan informal dan hubungan pertahanan dengan Taipei.

Baca Juga: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky Minta Uni Eropa Jatuhkan Paket Sangsi Ketujuh Kepada Rusia

Taiwan dan China sendiri berpisah pada tahun 1949, namun hingga saat ini China terus mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya sendiri.

China akan 'berjuang sampai akhir' jika ada yang mencoba memisahkan Taiwan dari negara lain, kata Penasihat Negara China dan Menteri Pertahanan Wei Fenghe dalam forum keamanan Dialog Shangri-La di Singapura pada hari Minggu 12 Juni 2022.

"Jika ada yang mencoba memisahkan Taiwan dari China, kami akan berjuang sampai akhir. Kami akan menegaskan maksud kami dengan segala cara dan berjuang sampai akhir. Ini adalah satu-satunya pilihan bagi China," ujar Wei Fenghe seperti yang dilansir TASS.

Baca Juga: UEFA Nations League 12 Juni 2022: Prediksi Skor N. Ireland VS Cyprus

Berbicara pada Dialog Shangri-La di Singapura, Austin mencatat peningkatan yang stabil dalam aktivitas militer yang provokatif dan tidak stabil di dekat Taiwan.

“Kami tetap fokus menjaga perdamaian, stabilitas, dan status quo di Selat Taiwan, tetapi langkah RRT mengancam untuk merusak keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik.”kata Austin dalam pidatonya.

China ditunding meningkatkan provokasi militernya terhadap Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Prediksi Skor Akhir Greece VS Kosovo, UEFA Nations League Minggu 12 Juni 2022

Austin mengatakan bahwa “tatanan internasional berbasis aturan sama pentingnya di Indo-Pasifik seperti halnya di Eropa.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patriano Jaya Maleh

Sumber: AP News, TASS

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X