Gencatan Senjata Tak Terbukti, Militer Rusia dari Wagner Group Kembali Serang Pasukan Ukraina

photo author
Patriano Jaya Maleh, Kalimantan Satu
- Minggu, 8 Januari 2023 | 12:34 WIB
Ilustrasi perang Rusia vs Ukraina saat Natal Ortodoks
Ilustrasi perang Rusia vs Ukraina saat Natal Ortodoks

KALIMANTAN SATU - Ukraina mengklaim tewaskan puluhan pasukan Rusia yang menjadi bagian Wagner Group di wilayah Bakhmut di hari Natal Ortodoks.

Berdasarkan pernyataan militer Ukraina, Rusia tidak menghentikan upaya mereka untuk menyerang Bakhmut di Oblast Donetsk selama Natal Ortodoks.

Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin sempat mengumumkan "gencatan senjata" pada saat Natal Ortodoks, namun Ukraina nampaknya tak percaya.

Baca Juga: Kedewasaan Bukan Masalah Usia Namun Tentang Pola Pikir, Berikut Tanda Kedewasaan

Selama apa yang disebut "gencatan senjata" yang diduga diumumkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, militer negeri Beruang Merah ini tetap melancarkan serangan namun kembali menderita kerugian.

Informasi ini diperoleh dari  tentara garis depan dari Layanan Penjaga Perbatasan Negara Ukraina yang berada di sekitar Bakhmut.

"Penjaga perbatasan dari detasemen Luhansk memukul mundur serangan dari penjajah di Bakhmut setiap hari." ungkap laporan para penjaga perbatasan.

Baca Juga: Festival Cap Gomeh di Singkawang Dalam Rangka Perayaan Imlek Akan Berlansung Selama Hampir 1 Bulan

"Musuh mengirimkan pasukan besar, tapi hanya kematian yang menunggu mereka di sini. Serangan juga tidak berhenti selama Natal." lanjut laporan ini.

"Musuh memiliki 18 orang yang merupakan Cargo 200 [tentara yang tewas], dan 20 orang lainnya yang merupakan Cargo 300 [tentara yang terluka]." seperti yang dilansir pravada.com.ua.

Selain itu juga dilaporkan penembak jitu penjaga perbatasan telah menghentikan serangan Rusia di dekat Bakhmut dan membunuh salah satu komandan musuh.

Baca Juga: Lirik Lagu Dayak Kemabuk Tuak yang Dicover Pela : Ku Umbai Kawan Duduk Melingkar Tubahan Tuak ke Dalam Golas

"Penjaga perbatasan telah menghentikan gerak maju infanteri musuh di salah satu daerah dekat Bakhmut." ungkap laporan penjaga perbatasan.

"Unit senapan penjajah akan menyerang benteng pertahanan kami, tetapi penembak jitu dari Dinas Perbatasan Negara tidak mengizinkan mereka melakukannya. Para prajurit membunuh komandan dan penembak senapan mesin dengan tembakan tepat sasaran." lanjut laporan ini. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patriano Jaya Maleh

Sumber: pravda.com.ua

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X