investasi

Makin Parah ! Kerugian Telkom Gara-gara Investasi Telkomsel di Saham GOTO Bengkak. IFW Duga Ada Konflik Kepentingan, Sarankan Investigasi Menyeluruh

Rabu, 7 Agustus 2024 | 15:44 WIB
Logo GOTO (Kalimantansatu.com/Dok. Gojek)

Abraham menduga adanya potensi konflik kepentingan sebagai salah satu faktor yang melatari performa jelek kinerja keuangan Telkom.

Karena itu, kata dia perlu ada langkah tegas aparat penegak hukum untuk menyelesaikan permasalahan ini, guna mencegah terjadinya indikasi fraud di balik potensi kerugian Telkom dalam kaitan investasi di GOTO tersebut.

Ia pun menyindir kebijakan pemerintah yang mengklaim mampu merebut kedaulatan digital Indonesia yang kerap dikampanyekan, sedang permasalahan saham tak mampu dikuasai, padahal ini untuk mencegah agar tidak terulang kejadian serupa di masa mendatang.

"Jangankan menang dalam merebut kedaulatan digital, merebut kedaulatan harga sahamnya sendiri saja tidak bisa," sindirnya.

Sementara itu, Telkom dalam laporannya menjelaskan bahwa penurunan nilai investasi di GOTO disebabkan oleh fluktuasi pasar.

Bahwa nilai wajar investasi Telkomsel di GOTO menggunakan nilai pasar saham GOTO sebesar Rp 50 per saham.

Jumlah rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO pada 31 Juni 2024 adalah sebesar Rp857 miliar," tulis BUMN dengan kode emiten TLKM di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut.

Kerugian ini disajikan sebagai rugi yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Perlu dicatat, nilai kerugian investasi ini dibukukan secara kuartal ke kuartal dan belum mencerminkan kerugian total sejak awal investasi.

Berdasarkan catatan, Telkom melalui Telkomsel mulai melakukan investasi pada GOTO melalui obligasi konversi tanpa bunga sebesar US$ 150 juta pada 2020, yang kemudian dikonversi menjadi saham pada saat merger antara Gojek dan Tokopedia menjadi GOTO pada 2021.

Setelah GOTO menjadi perusahaan publik pada 2022, nilai sahamnya terus menurun.

Hal ini menyebabkan Telkomsel mencatatkan kerugian yang belum direalisasikan dari perubahan nilai wajar investasi sebesar Rp6,74 triliun pada 2022.

Pada akhir Juni 2024, kerugian ini mencapai Rp857 miliar.

Kendati demikian, perusahaan plat merah itu menegaskan akan terus memantau perkembangan investasi ini.

(*)

Halaman:

Tags

Terkini