Gagas Program ACTION, Asuransi Astra Cari Agen Perubahan dari Kampus

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Kamis, 4 Juni 2026 | 15:10 WIB
Menyambut usia ke-70 tahun, PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) memilih melibatkan generasi muda untuk ikut mencari solusi melalui program ACTION (Agent of Change for Financial Literacy and Inclusion). (Kalimantansatu.com/Dok. Asuransi Astra Buana)
Menyambut usia ke-70 tahun, PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) memilih melibatkan generasi muda untuk ikut mencari solusi melalui program ACTION (Agent of Change for Financial Literacy and Inclusion). (Kalimantansatu.com/Dok. Asuransi Astra Buana)

Baca Juga: Kini Kamu Bisa Dukung Kalimantansatu.com Lewat Traktir Kopi, Fitur Sederhana yang Bikin Semakin Dekat Dengan Pembaca Lintas Generasi

KALIMANTANSATU.COM — Rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia.

Menyambut usia ke-70 tahun, PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra) memilih melibatkan generasi muda untuk ikut mencari solusi melalui program ACTION (Agent of Change for Financial Literacy and Inclusion).

Program yang diluncurkan dalam rangkaian perayaan #TujuhDekadeAsuransiAstra itu ditujukan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Berbeda dari kompetisi pada umumnya, peserta tidak hanya diminta menyusun gagasan, tetapi juga mengimplementasikan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Baca Juga: Fakta OTT Imigrasi Jakarta Barat: 17 Orang Ditangkap hingga Wamen Imipas Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK

Presiden Direktur Asuransi Astra, Maximiliaan Agatiansius, mengatakan perusahaan ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

"Kami berharap generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai literasi dan inklusi keuangan," ujarnya dalam Media Conference Kick Off #TujuhDekadeAsuransiAstra di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Dari Kampus untuk Masyarakat

Program ACTION dirancang untuk mendorong mahasiswa turun langsung ke lapangan. Peserta diminta mengidentifikasi persoalan literasi dan inklusi keuangan yang masih dihadapi masyarakat, kemudian merancang solusi yang dapat diterapkan secara nyata.

Dengan pendekatan tersebut, kompetisi tidak berhenti pada tahap penyusunan proposal. Mahasiswa juga ditantang untuk menjalankan program yang mereka usulkan dan menunjukkan dampaknya kepada masyarakat.

Langkah ini dinilai penting karena tantangan literasi keuangan tidak bisa diselesaikan hanya melalui kampanye atau sosialisasi satu arah. Dibutuhkan agen-agen perubahan yang mampu menjembatani informasi keuangan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Baca Juga: Dicopot dari Jabatan Wakil Kepala BGN dan Jadi Tersangka, Ini Surat Tulisan Tangan Sony Sonjaya untuk Nanik S Deyang: Terima Kasih atas Hadiah Indah

Hadiah Rp70 Juta dan Pendampingan Praktisi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X