Portofolio investasi bukan sesuatu yang dibiarkan begitu saja setelah dibeli. Seiring berjalannya waktu, pergerakan harga pasar akan merusak porsi alokasi awal yang sudah Anda rencanakan.
Sebagai contoh: Anda menetapkan alokasi 50% RDS dan 50% RDPU. Ketika pasar saham melonjak drastis (bullish), porsi RDS Anda mungkin membengkak menjadi 70% dari total aset. Kondisi ini membuat portofolio Anda menjadi jauh lebih berisiko dari rencana awal.
Lakukan Rebalancing berkala (misalnya 1 tahun sekali) dengan cara:
- Menjual sebagian keuntungan dari reksa dana yang porsinya membengkak.
- Memindahkan dana hasil penjualan tersebut ke reksa dana yang porsinya menyusut agar kembali ke rasio ideal awal Anda.
Perlu dipahami, menyusun portofolio reksa dana bukan tentang menebak produk mana yang akan memberikan keuntungan tertinggi bulan depan, melainkan membangun disiplin alokasi aset yang sesuai dengan usia dan tingkat kenyamanan Anda terhadap risiko.
Dengan kombinasi yang tepat antara Reksa Dana Pasar Uang, Pendapatan Tetap, dan Saham, Anda dapat menikmati pertumbuhan finansial secara optimal tanpa perlu mengorbankan ketenangan pikiran.
(Prabu Warah)