Selanjutnya Opu Daeng Manambon berdoa bersama dengan warga yang menyambutnya, mohon keselamatan kepada Allah agar dijauhkan dari bala dan petaka.
Usai melakukan doa, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama.
Prosesi itulah yang kemudian dijadikan sebagai awal digelarnya hari Robo-robo,yang setiap tahun rutin dilakukan warga Mempawah, dengan melakukan makan di luar rumah bersama sanak saudara dan tetangga.
Semua prosesi tersebut merupakan tradisi ritual Robo Robo. Sebuah budaya masyarakat suku Melayu di Kalimantan Barat yang dilaksanakan setiap hari Rabu di pekan terakhir bulan Safar.
Bulan Safar bagi masyarakat Melayu diyakini sebagai waktu penuh keberkahan, saat di sisi lain ada anggapan bahwa bulan Safar membawa musibah/keburukan.
Sehingga kedua anggapan tersebut amat tepat dirasakan untuk memohon kepada Maha Kuasa supaya dijaga dari musibah dan diganti keselamatan.
Robo-robo selain digelar untuk menolak bala, juga untuk mengenang hari wafatnya Opu Daeng Manambon.
Untuk memeriahkan acara Robo-robo, masyarakat Melayu menggelar hiburan tradisional seperti jepin, tundang atau pantun berdendang, dan lomba perahu bidar serta menampilkan berbagai macam adat dan budaya Melayu Mempawah.
Bagi warga Melayu diluar Kabupaten Mempawah, bisanya memperingati Robo-robo dengan makan bersama keluarga di halaman rumah terutama daerah-daerah yan masih memiliki terikatan dengan Opu Daeng Manambon atau Kerajaan Mempawah.
(MASREAL BACHRUL ALAM)
Artikel Terkait
Tempat dan Waktu yang Baik Untuk Berdoa Agar Doa Kita Cepat di Kabulkan, Kapankah Itu ?
Tata Cara Sholat Istikharah dan Bacaannya Lengkap. Mulai dari Niat Hingga Doa Setelah Sholat Istikharah
Kumpulan Doa Sehari-hari yang Dikutip Dari AlQuran Lengkap, Yuk Amalkan ! Bagian 1
Tata Cara Sholat Rebo Wekasan yang Menjadi Tradisi Masyarakat Jawa di Indonesia. Ini Niat Sholat Rebo Wekasan
Asal Usul Rebo Wekasan, Salah Satu Tradisi Masyarakat Indonesia Untuk Menolak Bala