KALIMANTANSATU.COM, MEMPAWAH - Pembongkaran Beras Bulog Impor dari Vietnam dan Thailand ditinjau langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar, dr. Harisson, M.Kes., di Pelabuhan Internasional Kijing pada Rabu 29 November 2023.
Turut mendampingi kunjungan kerja tersebut diantaranya Kepala Perangkat Daerah terkait lingkup Pemerintah Prov Kalbar, Dirut BPD Kalbar, Kepala Bulog Kalimantan Barat, GM Pelindo, dan Manager Wilayah Terminal Kijing.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalimantan Barat, Dedi Aprilyadi, menyampaikan laporan terkait stok beras yang sudah didapatkan dari pemasok di Vietnam dan Thailand ke Kalimantan Barat.
"Beras yang datang ini sudah kapal ke-9. Jadi, total penerimaan Kalimantan Barat sebanyak 37.500 Ton beras. In syaa Allah, akan kami datangkan lagi dari Vietnam kurang lebih 5.500 Ton beras," ungkapnya.
Rumah Pangan Kita (RPK) yang menjual beras diatas dari harga HET akan diberikan sanksi.
"Kalau melalui RPK yang menjual SPHP lebih dari HET yang ditentukan oleh pemerintah, sekarang Rp 11.500, kita kasih sanksi. Kita tidak akan _drop_ lagi. Mereka _Pre-Order_ (PO), tidak akan kita layani. Ini masih bersifat sementara, sebelum ada sanksi dari pemerintah," tegas Dedi.
Sementara itu, Pj Gubernur Kalbar dr Harisson K.Kes menegaskan, Pemprov Kalbar sudah menyiapkan stok cadangan pangan pemerintah untuk kemudian disalurkan ke daerah-daerah bencana banjir.
"Karena El Nino, memang nanti masa panen kita (Kalbar) itu mundur. Mungkin baru panen lagi sekitar bulan April tahun depan. Seperti kita lihat, terus masuk beras-beras dari Vietnam atau Thailand ke Kalimantan Barat.
"Jadi, masyarakat jangan khawatir. Kebutuhan beras kita itu cukup, sampai Natal maupun setelah Natal. Kita pastikan kebutuhan beras di Kalimantan Barat ini cukup," ungkapnya sesuai keterangan tertulis yang diterima Kalimantansatu.com.
Untuk memenuhi kebutuhan daerah, Pemprov Kalbar mendapat pasokan beras Bulog yang diangkut menggunakan kapal dari Vietnam dan Thailand.
"Sejak bulan April sampai sekarang ini, sudah ada 9 Kapal yang membawa stok beras. Sekitar 4.000-6.000 Ton per kapal. Dan hari ini ada 3.900 Ton," jelas dr. H . Harisson.
Artikel Terkait
Pemprov Kalbar Lepas Kontingen Pesparani Katolik Nasional III Tahun 2023. Ignasius IK : Semangat Lewat Kidung
Kodam XII/Tanjungpura Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Sabu Seberat 11 Kg ke BNN Kalbar dari Perbatasan RI
UMR Pontianak 2024 Naik ! Berada di atas UMR Kalbar 2024, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono Harapkan Hal Ini Setelah Kenaikan UMR Pontianak 2024