Terkait Stunting di Kalbar, Harisson juga meminta Perwati dan Perwanti PSMTI Kalbar ikut berperan dalam menurunkan angka Stunting, yang mana Presiden RI menargetkan angka prevalensi Stunting 14% pada Tahun 2024.
"Pencegahan anak-anak Stunting itu penting, karena kalau Stunting perkembangan kognisi, perkembangan intelegensinya bisa terhambat. Kita ini mau menyongsong Tahun 2045 (Indonesia Emas), jadi anak-anak sekarang yang dilahirkan, sebenarnya nanti akan berperan di Tahun 2045 nanti," timpal Harisson.
Ia menambahkan Perwati dan Perwanti PSMTI Kalbar dapat memberikan edukasi kepada ibu hamil, calon pasangan yang akan menikah dan Sosialisasi Gizi untuk anak.
"Silahkan nanti Perwati dan Organisasi-Organisasi di luar pemerintah mengunjungi Posyandu. Berikan ibu-ibu itu pengetahuan, edukasi, tentang bagaimana memberikan gizi yang baik untuk anak-anaknya," tandasnya.
Agenda ini turut dihadiri Forkopimda Kalbar atau yang mewakili serta Organisasi-Organisasi Wanita yang ada di Kalimantan Barat.
Dapatkan update berita pilihan dari Kalimantansatu.com setiap hari. Yuk gabung di Grup Telegram "Kalimantansatu.com News Update". Klik link https://t.me/kalimantansatucomupdate, lalu join. Oh ya, install aplikasi Telegram di ponsel kamu.
(Tim Kalimantan Satu 04)
Artikel Terkait
Pj Gubernur Kalbar dr Harisson Tinjau Pasar Sukabangun Jalan Gajah Mada Kabupaten Ketapang saat Napak Tilas
37.500 Ton Beras Bulog Impor Datang dari Thailand dan Vietnam. Pj Gubernur Kalbar Harisson Jamin Pasokan Beras Cukup Jelang Natal Maupun Setelahnya
Pj Gubernur Kalbar Harisson Imbau Tim Percepatan Penurunan Stunting Gencar Turun ke Lapangan
Milad YKIK Al Azhar Pontianak ke 27, Pj Gubernur Kalbar Harisson Pesan Sejumlah Hal untuk Pihak Sekolah dan Siswa
Presiden Jokowi Luncurkan Sertifikat Tanah Elektronik, Pj Gubernur Kalbar Harisson Pastikan Kepemilikan Lebih Terjamin
Kalbar Masuk Daftar 3 Besar Provinsi Inflasi Terendah Indonesia ! Pj Gubernur Kalbar Harisson Akan Galakkan Program Menanam Cabe di Pekarangan Rumah