“Jadi kesempatan itu di 1000 Hari Pertama Kehidupan. Lewat dari situ kita sudah tidak bisa apa-apa lagi, jika sudah lewat dua tahun kalau anak sudah stunting maka kita tidak bisa apa-apa lagi”, ucap Harisson.
Ia juga berkomunikasi dengan Lurah dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang menangani keluarga anak stunting tersebut untuk mengetahui intervensi yang diberikan.
Dirinya ingin memastikan penanganan yang telah dilakukan selama ini bisa maksimal.
Sejalan dengan apa yang disampaikan, Pj Gubernur Harisson juga mengingatkan tiga komponen penting yang harus terkandung didalam MPASI tepat gizi, yakni karbohidrat, protein hewani dan lemak.
“Jadi harus ada langkah yang konkret dari semua pihak guna percepatan penurunan stunting. Karena ini bisa berdampak pada kemampuan kognitif anak-anak.
"Yang mengakibatkan kemampuan anak untuk berpikir lebih komplek dan mengembangkan nalarnya dalam memecahkan masalah lebih rendah. Sehingga nanti hal tersebut akan menghambat mereka pada saat menyerap ilmu pengetahuan di sekolah," tukasnya.
(*)
Artikel Terkait
Hadiri Inacraft 2024, Pj Ketua Dekranasda Kalbar Windy Prihastari Optimis UMKM dan Ekonomi Kreatif Berkembang Pesat di Kalimantan Barat
Kunjungi Rumah Betang Bali Gundi, Pj Ketua Dekranasda Kalbar Windy Prihastari Tegaskan Dukung Potensi Kerajinan Manik-manik Khas Kapuas Hulu
Fokus 5 Program Pembangunan Utama di Kapuas Hulu ! Pj Gubernur Kalbar Harisson Paparkan saat Musrenbang RKPD Kabupaten Kapuas Hulu Tahun 2025
Serahkan Bansos ke Warga Kapuas Hulu, Pj Gubernur Harisson Tegaskan Pemprov Kalbar Berupaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat