Kunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang Sintang, Pj Ketua Dekranasda Kalbar Windy Prihastari Tegaskan Pentingnya Pembinaan dan Pelatihan bagi Pengrajin

photo author
Tim Kalimantan Satu 04, Kalimantan Satu
- Kamis, 7 Maret 2024 | 16:11 WIB
Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari Harisson didampingi Ketua Dekranasda Sintang Rita Cendanawangi Melkianus mengunjungi Desa Wisata Ensaid Panjang di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Senin 4 Maret 2024. (Kalimantansatu.com/Humas Pemprov Kalbar)
Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari Harisson didampingi Ketua Dekranasda Sintang Rita Cendanawangi Melkianus mengunjungi Desa Wisata Ensaid Panjang di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Senin 4 Maret 2024. (Kalimantansatu.com/Humas Pemprov Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, SINTANG - Penjabat (Pj) Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari Harisson didampingi Ketua Dekranasda Sintang Rita Cendanawangi Melkianus mengunjungi Desa Wisata Ensaid Panjang di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Senin 4 Maret 2024.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung potensi kerajinan tenun ikat Sintang yang menjadi salah satu kekayaan budaya dan peluang ekonomi kreatif di Kalimantan Barat.

Rumah Ensaid Panjang merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal dengan produk kerajinan tenun ikat di Kabupaten Sintang.

Di tempat tersebut, Windy disambut hangat oleh para pengrajin tenun ikat Sintang yang telah mendiami Rumah Ensaid Panjang sejak tahun 1986.

Terdapat 33 keluarga pengrajin yang bermukim di sana.

Baca Juga: Kukuhkan Ayah dan Bunda Genre Bengkayang, Pj Gubernur Kalbar Harisson Ingatkan Pentingnya Pembinaan Terhadap Remaja Usia 10-24 Tahun

Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar ini tampak berbincang dengan para perajin dan melihat berbagai macam kain tenun, termasuk tenun ikat Sintang yang terkenal dengan keindahannya, dan tenun ikat yang biasa dipakai Windy pun berasal dari tangan-tangan terampil mereka.

“Saya sangat terkesan dengan keindahan dan keunikan tenun ikat Sintang. Tenun ini bukan hanya indah, tetapi juga memiliki nilai budaya yang tinggi. Ini merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan dan promosikan.” ucap Windy.

Dirinya mengatakan bahwa Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat dan Dekranasda Kabupaten Sintang akan terus bersinergi dan berkolaborasi dalam membina para perajin tenun ikat Sintang.

“Kita harus terus membina para perajin tenun ini agar mereka dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan berdaya saing. Kita juga perlu membantu mereka memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas. Sebelumnya, Dekranasda telah mempromosikan Tenun Sidan dari Kapuas Hulu yang telah banyak mendapatkan penghargaan. Sekarang, giliran tenun ikat Sintang yang akan kita perkenalkan ke dunia.” ucapnya.

Baca Juga: Pj Gubernur Kalbar Harisson Beri Apresiasi Capaian Panen Raya Padi di Bengkayang. Segini Jumlah Produksi Padinya

Windy menekankan akan pentingnya pembinaan dan pelatihan bagi para pengrajin tenun ikat Sintang untuk meningkatkan kualitas produk dan desainnya.

“Kreasi dan pewarna alam yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi tenun ikat Sintang. Ditambah dengan desain baju yang menarik, tenun ikat Sintang dapat menjadi komoditas unggulan ekonomi kreatif Kalimantan Barat”, imbuhnya.

Windy optimis bahwa tenun ikat Sintang dapat menjadi salah satu komoditas unggulan ekonomi kreatif di Kalimantan Barat.

Ia juga mendorong para perajin tenun ikat Sintang untuk terus berinovasi dan menciptakan desain-desain baru yang menarik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X