Berdasarkan keterangan dari pengelola penginapan, korban baru menginap semalam.
Selama ini, korban memang selalu menginap di sana karena berjualan bibit ikan mas, lele, bawal, dan nila.
Sehari-harinya, korban berjualan bibit ikan dengan cara berkeliling kampung menggunakan keranjang pikul sambil berjalan kaki, dan sudah berjualan di Nanga Taman selama belasan tahun.
Keluarga korban diketahui tinggal di Desa Solam Raya.
Jika dagangan bibit ikan habis, maka korban pulang ke rumahnya dalam 1-3 hari.
Setelah itu, korban kembali ke Nanga Taman dengan membawa bibit ikan dan menginap di penginapan tersebut.
“Menurut informasi dari keluarganya bahwa korban sudah sering diingatkan dan disuruh untuk berhenti jualan, tetapi korban tidak mau. Korban tetap berjualan bibit ikan keliling dari Kecamatan Sekadau Hulu sampai Nanga Taman dengan berjalan kaki,” kata AKP Agus Junaidi.
Berdasarkan pengakuan anaknya, korban semasa hidupnya tidak ada masalah dengan keluarga maupun tetangga sekitar.
Korban dikenal sebagai pribadi yang baik di kampung maupun di tempat biasanya menginap.
“Untuk mengetahui penyebab kematian korban sudah disarankan agar divisum dan autopsi, tapi pihak keluarga menolak. Mereka meyakini penyebab meninggalnya korban murni karena jatuh di dalam kamar mandi dan kepalanya terbentur ke lantai," ungkap AKP Agus Junaidi.
"Keluarganya juga ingin jenazah korban segera dimakamkan mengingat rumahnya yang jauh dan seluruh keluarga sudah berkumpul di rumah korban,” pungkasnya.
(*)
Artikel Terkait
Warga Landak Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai. Sempat Dikabarkan Tenggelam Setelah Terjatuh saat Buang Sampah
Hilang Saat Memancing, Jasad Perempuan Kapuas Hulu Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Nanga Nuar
Jasad Pria Melawi Ditemukan Tewas di Sungai Kayan. Dikabarkan Tenggelam saat Hendak Mendorong Lanting. Basarnas Pontianak: Terjatuh di Bantaran Sungai
Jasad Bocah Sambas Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Hilir Sungai Sebawi. Awalnya Mandi, Lalu Terseret Arus dan Tenggelam