Kendala dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan kali ini akibat tidak pastinya lokasi terakhir korban.
"Melihat posisi terakhir korban yang belum pasti. Artinya, korban diperkirakan terjatuh sejak berangkat dari pelabuhan Tebas hingga Pelabuhan Penjajap. Rentang jarak tersebut cukup luas yang mengakibatkan Tim SAR gabungan cukup kesusahan untuk menentukan titik awal pencarian. Namun, usaha tersebut tidak menyurutkan semangat Tim SAR gabungan dalam menemukan korban," papar I Made Junetra.
Akhirnya, usaha pencarian harus dihentikan oleh Tim SAR gabungan.
Setelah melakukan evaluasi bersama keluarga korban dan pihak terkait lainnya, pencarian untuk sementara dihentikan.
Keputusan ini sesuai dengan regulasi dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan, juga dengan melihat fakta dilapangan bahwa belum ditemukannya jejak keberadaan korban.
Akan tetapi, sewaktu-waktu pencarian dapat kembali dilakukan.
"Setelah dihentikannya pencarian terhadap korban Sukardi ini, bukan serta merta kami akan menghentikan pemantauan. Pemantauan dan koordinasi akan tetap dilakukan dan pencarian dapat kembali dilakukan jika terdapat tanda-tanda keberadaan korban," pungkas I Made Junetra.
(*)
Artikel Terkait
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 16/Tumbak Kaputing Gagalkan Penyelundupan Sabu 15,75 Kg Perbatasan Sambas
Jasad Bocah Sambas Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal Dunia di Hilir Sungai Sebawi. Awalnya Mandi, Lalu Terseret Arus dan Tenggelam
Pencarian Wanita Sanggau Korban Tenggelam di Sungai Kapuas Dihentikan Tim SAR Gabungan. Sudah Dicari Selama 7 Hari, Namun Jasad Linda Belum Ditemukan
Jasad Pria Ketapang Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Pulau Gelam ! Sempat Dikabarkan Hilang saat Mancing Bareng Teman
Terungkap Identitas Mayat di Sungai Kapuas Sintang yang Ditemukan oleh Warga Mengkurai