Dukung Target Generasi Emas 2045, Pj Ketua TP PKK Kalbar Windy Prihastari Beri Pemahaman Stunting ke SMA dan SMK Perbatasan di Putussibau Kapuas Hulu

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Selasa, 12 November 2024 | 15:12 WIB
Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Windy Prihastari Harisson melaksanakan dialog dengan materi Inspeksi Stunting di Batas Negeri Sekolah SMA Negeri 1 Putusibau dan SMK Negeri 1 Putusibau, Selasa 12 November 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)
Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Windy Prihastari Harisson melaksanakan dialog dengan materi Inspeksi Stunting di Batas Negeri Sekolah SMA Negeri 1 Putusibau dan SMK Negeri 1 Putusibau, Selasa 12 November 2024. (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, KAPUAS HULU - Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson didampingi Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Kalbar Windy Prihastari Harisson melaksanakan dialog dengan materi Inspeksi Stunting di Batas Negeri Sekolah SMA Negeri 1 Putusibau dan SMK Negeri 1 Putusibau, Selasa 12 November 2024.

Windy Prihastari menerangkan, Tim Penggerak PKK melaksanakan 10 Program PKK yang salah satunya adalah untuk menuju keluarga sejahtera dan dalam rangka menuju keluarga sejahtera tentunya banyak yang harus dipersiapkan termasuk salah satunya mempersiapkan generasi emas di Tahun 2045.

"Di Tahun 2045, kita kebagian bonus demografi dan usia kalian (Siswa/i) merupakan usia remaja/pemuda dan harus dipersiapkan dari sekarang, karena salah satunya di Tahun 2045 harus mempunyai Sumber Daya Manusia yang bagus baik secara intelektual, emosional dan keterampilannya juga bagus," terang Windy Prihastari.

Untuk mendukung pencapaian itu, maka anak-anak yang lahir harus dipersiapkan untuk tidak stunting mulai saat ini.

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari rata-rata anak seusianya.

Baca Juga: Kunjungi SMAN 1 Putussibau dan SMKN 1 Putussibau, Pj Gubernur Harisson Ingin Pastikan Beasiswa Pendidikan Pemprov Kalbar Tepat Sasaran

Windy memaparkan, penyebab stunting diantaranya
Kurangnya asupan gizi pada ibu selama hamil, serta kurangnya asupan gizi pada anak saat sedang dalam masa pertumbuhan.

"Stunting dapat berdampak pada Kecerdasan anak, Risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung koroner," jelasnya.

Gejala stunting yang bisa terlihat pada anak, papar Windy, antara lain berat badan tidak meningkat secara konsisten, tahap perkembangan yang terlambat dibandingkan anak seusianya, tidak aktif bermain, sering lemas, serta mudah terserang penyakit terutama infeksi.

"Untuk itu, Bapak Penjabat Gubernur terus gencar-gencarnya untuk turun ke Posyandu se Kalimantan Barat di 14 Kabupaten/Kota, karena kasus stunting ini tidak bisa dibiarkan. Jika dibiarkan dalam kondisi stunting maka bagaimana kita untuk mempersiapkan generasi emas 2045," ujarnya.

Maka, pencegahan stunting dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan ini dimulai saat pembentukan janin sampai umur 2 tahun.

Baca Juga: Kembali, Dittipidsiber Bareskrim Polri Blokir Aset Judi Online Rp36,86 Miliar dari Website Ini

"Itu harus dijaga sampai umur 2 tahun. Maka kalian (Siswa/i) di usia sebagai remaja/pemuda saat ini harus mempersiapkan diri dimulai dari sekarang khusunya remaja puteri dengan selalu menjaga kesehatan," pintanya.

Windy menimpali, TP PKK mempunyai program inspeksi.

TP PKK juga bergerak ke seluruh pemuda dan remaja untuk menyampaikan dan mensosialisasikan pentingnya kesehatan bagi remaja/pemuda.

"Kemarin saya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu dan sangat menarik sekali mereka mempunyai brosur remaja sehat bebas anemia. Caranya yang pertama, makan makanan yang bergizi uang yang mengandung tinggi protein yang. Kedua, jangan lupa makan buah dan sayur yang kaya vitamin. Ketiga, untuk remaja puteri mengkonsumsi tablet tambah darah," imbuhnya.

"Tidak bagus jika seorang remaja puteri mempunyai kadar hemoglobin yang rendah. Pada saat kehamilan harus mempunyai tingkat zat besi yang tinggi dan hemoglobin yang baik ketika dia hamil, dan mempunyai anak agar tidak stunting. Kemudian jangan minum tablet tambah darah dengan teh, kopi atau susu karena menghambat penyerapan zat besi," tandasnya.

Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X