“Dengan adanya desa wisata, akan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Terima Kasih kepada semua yang sudah mengembangkan wisata batu belimbing ini, pasti dengan susah payah.
"Ke depannya tergantung kita mengelola tempat wisata ini. Semoga konsisten yang semakin profesional. Jangan lupa juga kesiapan Protokol CHSE, Pengawas (Lifeguard), rambu - rambu tempat dan pedoman berwisata, hingga kolaborasi bersama instansi terkait lainnya seperti tenaga medis, akomodasi, tim SAR hingga TNI POLRI agar para pengunjung merasa aman dan nyaman," terangnya.
Sementara itu, Pj Wali Kota Singkawang Sumastro menyadari masih banyak yang harus ditingkatkan guna menambah daya tarik Destinasi wisata Batu Belimbing ini.
“Kami merasa kagum kepada pokdarwis, semangatnya tak pernah kendor. Kawasan wisata batu belimbing akan berkembang dimasa akan datang.
"Mudah-mudahan kawasan ini akan bisa menjadi destinasi unggulan setelah destinasi lainnya. Berbagai Penghargaan yang diterima, walaupun masih dikelola secara sederhana, tak menyurutkan semangat Pokdarwis Batu Belimbing ini untuk terus berkembang. Mari kita menjaga kawasan ini," harap Sumastro.
Seperti kita ketahui, berbagai kisah tentang Batu Belimbing juga memiliki kisah yang sering terdengar di masyarakat.
Batu ini dulunya bernama Batu Pulau karena bentuknya yang dianggap menyerupai sebuah pulau.
Kemudian, ada juga yang menyebutnya dengan Batu Bergantung karena tampilan batu ini seperti terapung di atas air.
Akhirnya batu ini diberi nama Batu Belimbing karena bentuknya yang segi-segi alias berlekuk-lekuk menyerupai buah belimbing.
Batu Belimbing ini juga disebut-sebut sebagai meteor langit yang jatuh di bumi.
Meski demikian, batu ini memang sungguh menjadi fenomena alam yang unik.
Secara ilmiah batu ini terbentuk karena adanya erosi dan pelapukan yang terjadi pada batu tersebut.
(Tim Kalimantan Satu 04)