kalbar-borneo

Mengenal Kawasan Hutan Adat Tembawang Tampun Juah Sekayam, Sanggau, Kalimantan Barat. Diyakini Sebagai Tempat Menghadapi Tulah & Menerima Petuah

Senin, 24 Juni 2024 | 19:14 WIB
Bukti artefaktual yang masih ditemukan di Tampun Juah adalah arca yang mewakili sosok laki-laki dan perempuan, serta beberapa tempayan. (Kalimantansatu.com/Dok. BPCB Kaltim)

KALIMANTANSATU.COM, SANGGAU - Sudah tahu tentang Kawasan Hutan Adat Tembawang Tampun Juah di Dusun Segomun, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, gaes ?

Tampun Juah diyakini warga setempat sebagai lokasi awal Suku Dayak bermukim.

Sebelum mereka menyebar ke beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, bahkan sampai ke negara tetangga (Malaysia).

Sejarah lisan dari berbagai Subsuku Dayak menyebut, lokasi Tembawang Tampun Juah diyakini sebagai tempat menghadapi tulah (karma).

Sekaligus tempat menerima petuah dari Petara atau Penompa (Sang Pencipta) yang menurunkan berbagai hukum adat.

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Sanggau Kalimantan Barat ! Cerita Rakyat Babai Cinga-Dara Nante Hingga Kiai Patih Gemintir

Diantaranya, hukum adat mali (ngampang, bedus, bejadi mali). 

Kampung Tembawang Tampun Juah juga dipercayai sebagai lokasi kampung tua awal pemukiman masyarakat Suku Dayak yang saat ini menyebar di Kabupaten Sanggau, Sekadau, dan Kapuas Hulu.

Dikutip dari BPCB Kaltim, bukti artefaktual yang masih ditemukan di Tampun Juah adalah arca yang mewakili sosok laki-laki dan perempuan, serta beberapa tempayan. 

Arca tersebut berbahan dasar batuan andesit. 

Ada arca laki-laki dan perempuan.

Arca perempuan tersebut terlihat menggendong anak yang berada di pangkuannya.

Arca perempuan Tembawang Tampun Juah terlihat menggendong anak yang berada di pangkuannya. (Kalimantansatu.com/Dok. BPCB Kaltim)

(*)

Halaman:

Tags

Terkini