kalbar-borneo

Mengenal Lobong Tetaban di Nunukan Kalimantan Utara. Situs Pemakaman yang Memiliki Sejumlah Lungun Leluhur Dayak Agabag/Tenggalan

Rabu, 26 Juni 2024 | 23:13 WIB
Lungun di Situs Lobong Tetaban terletak di Desa Tetaban, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. (Kalimantansatu.com/BPCB Kaltim)

KALIMANTANSATU.COM, KALIMANTAN UTARA - Situs Lobong Tetaban terletak di Desa Tetaban, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Lokasi pemakaman ini dapat di tempuh dengan mobil sekitar satu jam dari kota kecamatan Sebuku.

Untuk masuk ke situs, kamu bisa melalui kebun sawit, lalu melewati hutan dengan jarak sekitar satu kilometer.

Menurut keterangan masyarakat, orang-orang yang dimakamkan di tempat tersebut merupakan leluhur mereka yakni, Dayak Agabag/Tenggalan.

Dilansir BPCB Kaltim, sisa tinggalan di makam tersebut berupa 26 buah lungun yang masih utuh dan satu buah tempayan yang sudah pecah.

Baca Juga: Mengenal Rumah Penjara Kolonial Sanga-Sanga di Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Eksis di Zaman Hindia Belanda Hingga Pendudukan Jepang

Sebagian besar lungun-lungun tersebut masih utuh lengkap dengan bagian penutup.

Bagian dalam lungun masih terdapat tulang-belulang.

Ukuran lungun berbeda-beda, disesuaikan dengan ukuran orang yang meninggal.

Sebagai informasi, penghormatan terhadap orang yang telah mati di Nusantara mulai dikenal setelah ekskavasi arkeologi yang dilakukan pada gua-gua hunian baik yang ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, NTT, Maluku, Papua memberikan bukti bahwa penghormatan terhadap orang mati telah dilakukan dengan sebuah upacara.

Upacara ritual itu dibuktikan dengan temuan rangka, wadah kubur, bekal kubur (manik-manik, gelang, kapak batu) dari masa neolitik.

Baca Juga: Bertuliskan Huruf Dinasti Yuan, Sudah Tahu Terjemahan Prasasti Pasir Kapal Situs Cagar Budaya di Kepulauan Karimata Kayong Utara Kalimantan Barat ?

Temuan sistem penguburan menggunakan wadah dengan pola penguburan primer maupun sekunder di Kecamatan Sebuku mengindikasikan bahwa tradisi penguburan pada masa prasejarah masih berlanjut di kawasan hulu Kalimantan Bagian Utara.

Belum diketahui secara pasti kapan dan umur dari orang-orang yang dikuburkan dalam lungun dan tempayan.

Berdasarkan informasi masyarakat etnis dayak agabag dan tahol, masyarakat masa lalu yang mendiami wilayah di sekitar sungai sebakung (dayak agabag dan tahol) dalam ritual kematian menggunakan media lungun dengan cara penguburan langsung dan media tempayan dengan cara penguburan sekunder.

Halaman:

Tags

Terkini