kalbar-borneo

Informasi Warga Diterkam Beruang Madu Bikin Resah, Ini Bantahan dan Imbauan Polres Kubu Raya

Senin, 2 September 2024 | 13:11 WIB
Beruang madu (Kalimantansatu.com/Dok. orangutan.or.id)

Dilansir laman orangutan.or.id, meskipun berukuran kecil, beruang madu tetap berbahaya dengan perbandingan ukuran taring terhadap ukuran tengkorak yang lebih besar daripada jenis beruang lain saat ini.

Gigi taring yang menyeramkan ini, ditambah kuatnya rahang dan lidah yang panjang, sangat penting bagi beruang madu untuk mencari pakan di hutan Kalimantan.

Sebagai pemakan segala (omnivora), mereka mengonsumsi dari serangga, madu, buah, dan sesekali, binatang kecil.

Beruang madu, seperti halnya orangutan, menghabiskan waktu seharian di atas pohon sendirian.

Wilayah jelajah mereka berkisar antara 7 sampai 27 km2 di hutan.

Kendati beruang madu terlihat di berbagai wilayah pertanian yang berbatasan dengan hutan, bukti-bukti menunjukkan bahwa mereka lebih suka hidup di hutan yang utuh.

Sebaliknya, hutan juga membutuhkan keberadaan mereka.

Sebagai spesies yang penting bagi habitatnya, keberadaan beruang madu dibutuhkan untuk menjaga kualitas hutan.

Saat mereka gunakan cakar panjang mereka untuk menggali mencari pakan, mereka juga tanpa sengaja membuatkan sarang bagi hewan-hewan kecil, seperti bajing atau burung rangkok (berupa lubang di pohon), sekaligus membantu meningkatkan kegemburan tanah hutan.

Kombinasi pakan mereka dari serangga sampai buah juga berarti beruang madu mengendalikan populasi hama sekaligus menyebarkan benih.

Kendati memegang peran penting di alam, beruang madu diklasifikasikan oleh IUCN sebagai Rentan Punah (Vulnerable to Extinction) sekaligus bagian dari Appendix 1 CITES.

Kedua hal ini menunjukkan potensi kepunahan spesies ini, akibat penurunan populasi liar sebesar 35% dalam 30 tahun terakhir.

Deforestasi besar-besaran ini sangat berpengaruh terhadap sejumlah spesies yang hidupnya tergantung pada kekayaan hutan, seperti beruang madu, yang sulit bertahan hidup di lahan terdegradasi.

Terlebih lagi, beruang madu juga diburu secara komersial untuk diperdagangkan, dibunuh demi kantung empedunya, cakar, gigi, dan daging untuk dimakan.

Mereka juga dibunuh akibat konflik dengan manusia dan kerap jadi korban jerat pemburu yang ditujukan untuk satwa lain.

Halaman:

Tags

Terkini