Ada Duplikasi Jembatan Kapuas 1 Masih Macet Nih ! Begini Respons Pj Gubernur Kalbar Harisson

photo author
Tim Kalimantan Satu 04, Kalimantan Satu
- Kamis, 28 Maret 2024 | 23:35 WIB
Situasi dan kondisi duplikasi Jembatan Kapuas I saat persiapan menjelang diresmikan Presiden Jokowi, belum lama ini. (Kalimantansatu.com)
Situasi dan kondisi duplikasi Jembatan Kapuas I saat persiapan menjelang diresmikan Presiden Jokowi, belum lama ini. (Kalimantansatu.com)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Ternyata, pembangunan duplikasi Jembatan Kapuas I masih belum mampu mengurai kemacetan panjang.

Hal ini terlihat jelas dari situasi dan kondisi padatnya lalu lintas kendaraan setiap harinya.

Perjalanan terhambat ketika pengendara kendaraan bermotor akan menuju Pontianak Timur dari pusat Kota Pontianak.

Banyak masyarakat yang mengeluh terkait kenyataan ini.

Sebagai informasi, duplikasi Jembatan Kapuas 1 baru saja diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis 21 Maret 2024.

Jembatan Kapuas yang memiliki panjang 430 meter dan lebar 8 meter dibangun dengan biaya sebesar Rp275 miliar.

Presiden berharap kehadiran infrastruktur ini dapat memperlancar konektivitas antara Kota Pontianak dengan wilayah sekitarnya, khususnya Kecamatan Pontianak Timur.

Baca Juga: Resmikan Duplikasi Jembatan Kapuas I Pontianak, Presiden Jokowi : Meningkatkan Aktivitas Kawasan Pusat Kota Pontianak dan Kecamatan Pontianak Timur

Menanggapi permasalahan kemacetan tersebut, Penjabat (PJ) Gubernur Kalbar Harisson mengatakan, Duplikasi Jembatan Kapuas 1 ini memang tidak bisa tuntas secara langsung untuk mengatasi kemacetan di daerah tersebut.

"Kita berencana untuk diperlebar jalannya, dengan mempersempit parit dan menebang pepohonan yang ada untuk dijadikan jalan. Namun hal itu pun belum akan terurai sempurna, karena turunan jembatan yang bertemu lampu merah menghambat lalu lintas," ungkap Harisson saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Kamis 28 Maret 2024.

Menurut dia, diperlukan rekayasa lalu lintas dengan memperpanjang waktu lampu merah untuk arah lurus, sedangkan arah lainnya diperpendek.

Baca Juga: Wisuda 42 Hafiz dan Hafizah, Pj Gubernur Kalbar Harisson : Jadilah Generasi Unggul Beriman dan Bertaqwa yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara

"Prinsipnya melakukan rekayasa lalu lintas, sehingga arus kendaraan akan lebih lancar," timpal Harisson.

Rencana ke depan, terang Harisson, Pemprov Kalbar akan mengusulkan flyover atau underpass dan pelebaran jalan di wilayah tersebut.

"Hal itu tidak setahun atau dua tahun bisa selesai. Masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Pusat agar dapat menyetujui usulan tersebut. Pemerintah Pusat tentunya akan mengkaji terlebih dahulu," pungkas Harisson.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X