Apalagi setiap perayaan Cap Go Meh di Singkawang sebagai agenda nasional tahunan, orang-orang yang datang pasti melewati Pontianak.
"Dan kue bulan bisa menjadi oleh-oleh khas yang bisa dibawa para wisatawan," terang Edi Kamtono.
Edi berharap kepada MABT, agar kegiatan-kegiatan budaya seperti ini harus terus dilestarikan.
Terlebih warga Pontianak yang heterogen menjadikan kota ini kaya akan berbagai khasanah budaya dan adat istiadat.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Pontianak memberikan ruang bagi masyarakat untuk melestarikan adat budayanya masing-masing.
"Kita ingin Pontianak dikenal sebagai kota yang berbudaya, kreatif sehingga bisa meningkatkan ekonomi kreatif," tuturnya.
Potensi Wisata Kuliner
Sementara itu, Ketua MABT Kota Pontianak Hendri Pangestu Lim menambahkan, Festival Kue Bulan ini tentunya menjadi potensi wisata kuliner yang bisa dikembangkan di Pontianak.
"Mudah-mudahan festival kue bulan ini bisa menjadi daya tarik wisata di Kota Pontianak," imbuhnya.
Meski Festival Kue Bulan merupakan perdana digelar di Pontianak, dia berharap festival ini bisa menjadi agenda tahunan.
Hendri menyambut baik usul Wali Kota Pontianak untuk memperlombakan Festival Kue Bulan ini.
Untuk itu, selaku panitia, ia berencana akan menggelar Festival Kue Bulan lebih meriah.
"Tahun depan akan kita upayakan festival kue bulan ini untuk diperlombakan," tutupnya.
(*KS/Prokopim Pemkot Pontianak)