KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Seiring perkembangan waktu, teknik budidaya kepiting berkembang.
Terutama, upaya menghasilkan kepiting bakau dengan kualitas export tinggi.
Permintaan daging kepiting bakau semakin tinggi sebagai konsumsi ditenggarai menjadi stimulus budidaya kepiting.
Tak hanya hotel, kini banyak restoran yang menyajikan menu berbahan dasar kepiting berkualitas.
Berangkat dari latar belakang itu, pemuda Pontianak bernama Findo (26 tahun) mengembangkan sistem vertical crab house atau apartemen kepiting yang digelutinya di Borneo Crab Aquatic.
Vertical crab house adalah teknik budi daya kepiting dalam kandang-kandang yang berderet vertikal.
Kepada Kalimantansatu.com, Owner Borneo Crab Aquatic Findo (26 tahun) bilang, walau terbilang baru beroperasional sejak 2023, namun usahanya terus berkembang.
Awalnya, Findo hanya bermodal belajar otodidak via YouTube.
Tidak berhenti di situ, ia memantapkan ilmu budidaya kepitingnya dengan ikut seminar di Surabaya.
Setelah mendapatkan teorinya, ia membuat instalasi budidaya dan menerapkannya dengan sejumlah inovasi.
Saat ini, vertical crab house miliknya bisa menghasilkan sekitar 10-15 Kilogram per 10 hari panen.
"Di Borneo Crab Aquatic ini, kami meningkatkan kualitas kepiting bakau menjadi Export," ungkapnya kepada Kalimantansatu.com di Borneo Crab Aquatic, Jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan, Gang Margosari, Kota Pontianak, Sabtu 13 Juli 2024 siang WIB.